VOCANOVA 2026 Siapkan Generasi Muda Pertanian Modern
Jagad Tani - Melalui penyelenggaraan Vocational Agriculture Competition and Innovation (VOCANOVA) 2026, peranan generasi muda di pendidikan vokasi disiapkan menjadi motor penggerak transformasi pertanian modern yang inovatif, dan kompeten.
Untuk membangun ekosistem pendidikan vokasi yang mendorong lahirnya talenta muda pertanian, generasi muda tidak hanya dipersiapkan sebagai tenaga kerja terampil, tapi juga menjadi inovator, wirausahawan, dan calon pelaku utama pembangunan pertanian.
Baca juga: Buah-Buahan Lokal yang Sudah Jarang Ditemukan Keberadaannya
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Idha Widi Arsanti, menyampaikan VOCANOVA 2026 jadi ruang untuk bertukar gagasan, menguji temuan, membangun kolaborasi, serta memberikan apresiasi atas proses belajar, keberanian berinovasi.
"Pendidikan vokasi pertanian memiliki peran strategis dalam menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian modern. Karena itu, kreativitas dan kemampuan mahasiswa perlu terus diasah,” ungkap Idha di Ciawi, Bogor, Rabu (4/11).
Antusiasme pada penyelenggaraan VOCANOVA 2026 terlihat dari kehadiran 130 partisipan yang melibatkan dosen dan mahasiswa dari enam Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) serta Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI).
Kegiatan ini turut mempertemukan perwakilan tujuh satuan pendidikan vokasi pertanian, yakni Polbangtan Bogor, Polbangtan Yogyakarta-Magelang, Polbangtan Malang, Polbangtan Medan, Polbangtan Gowa, Polbangtan Manokwari, dan PEPI.
Peserta beradu kemampuan melalui empat kategori perlombaan, yaitu Inovasi dan Karya, Cerdas Cermat, Video Kreatif, serta Teaching Factory (TEFA). Guna mengukur kemampuan akademik, keterampilan teknis, kreativitas, komunikasi, serta penerapan pembelajaran vokasi yang sesuai kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA).
Untuk kategori Inovasi dan Karya, mahasiswa dan dosen mempresentasikan hasil pengembangan teknologi maupun karya terapan. Penilaian mencakup kebaruan inovasi, penguasaan materi, teknik penyajian, pemanfaatan potensi lokal, serta manfaat dan keberlanjutan inovasi bagi sektor pertanian.
Sementara Cerdas Cermat menguji wawasan peserta melalui tahapan penyisihan, semifinal, dan final. Materi yang diujikan meliputi pengetahuan pertanian umum, wawasan kebangsaan, program strategis Kementerian Pertanian, penyuluhan, agribisnis, hingga teknologi pertanian dan peternakan.
Pada kategori Video Kreatif. Dalam kategori ini, peserta ditantang menyampaikan gagasan dan pesan positif tentang pendidikan vokasi pertanian melalui karya audiovisual yang komunikatif dan inovatif. Selain kualitas visual, audio, orisinalitas, dan kekuatan pesan, keterlibatan audiens melalui jumlah suka dan komentar di Instagram Pusat Pendidikan Pertanian turut menjadi indikator penilaian untuk menentukan Video Favorit.
Adapun kategori Teaching Factory (TEFA) menampilkan implementasi pembelajaran berbasis produksi dan layanan. Melalui presentasi dan demonstrasi produk atau model pembelajaran, peserta menunjukkan bagaimana proses pendidikan vokasi dapat terhubung dengan kebutuhan industri, mulai dari inovasi pembelajaran, pencapaian kompetensi, keterlibatan DUDIKA, hingga potensi keberlanjutan pengembangannya.
Seluruh kompetisi dinilai oleh dewan juri dari unsur pimpinan dan pejabat BPPSDMP, dosen Polbangtan dan PEPI, serta praktisi profesional sesuai bidang perlombaan. Pelibatan berbagai unsur tersebut dilakukan untuk memastikan proses penilaian berlangsung objektif dan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

