• 30 May 2024

Bibit Kapas Tumbuh di Bulan

Untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia, bibit kapas yang dibawa ke Bulan oleh pesawat Chang’e milik China telah tumbuh.

Misi China ke Bulan, Chang’e-4 berhasil membuat materi biologis dapat tumbuh di sana. “Benih kapas itu kini telah tumbuh,” pernyataan ini dilontarkan oleh media pemerintah China belum lama ini. Hal ini pun dianggap memberikan kemajuan peradaban manusia dalam sejarah penjelajahan luar angkasa.

Seperti dilansir dari BBC, menjelaskan jika untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia, benih kapas yang dibawa ke Bulan oleh pesawat Chang’e-4 China di sisi jauh Bulan pada 3 Januari silam ini telah mengeluarkan tunas, foto tes terbaru tersebut menandai penyelesaian percobaan biologis pertama manusia di Bulan.

"Ini menunjukkan bahwa  tidak ada masalah yang tidak dapat diatasi para astronot di masa depan yang mencoba menanam sendiri tanaman di bulan dalam lingkungan yang terkendali," ucap Fred Watson, astronom dari Observatorium Astronomi Australia.

Dengan keberhasilan uji tanam bibit di bulan, kesempatan ini menjadi potensi bagi astronot untuk memanen makanan yang mereka tanam sendiri di luar angkasa dan akan mengurangi keharusan kembali ke Bumi untuk mengangkut pasokan kebutuhan makanan.

"Belajar tentang pertumbuhan tanaman ini di lingkungan gravitasi rendah akan memungkinkan kita untuk meletakkan pondasi bagi pangkalan ruang angkasa kita di masa depan," ucap Prof Xie Gengxin, kepala perancang percobaan ini.

Kabar terbarunya, beberapa organisme termasuk tanaman kapas yang  dibawa Chang’e 4 memang berada dalam kondisi mirip dengan di Bumi. Namun, para ilmuwan juga harus menyesuaikan dengan radiasi antariksa serta gravitasi mikro.

Selain itu, para ilmuwan juga memanfaatkan ‘teknologi biologi’ yaitu sebelum melakukan perjalanan 20 hari dari bumi menuju ke bulan, benih-benih yang dibawa dibuat tidak aktif dan mulai diaktifkan setelah pusat kendali memberi perintah untuk menyiraminya. Hal ini disebutkan dari Kantor berita Cina Xinhua.

Tak hanya benih kapas, China juga menanamkan bibit kentang, ragi, dan telur lalat untuk ikut dalam proses pengujian. Meskipun benih kapas yang tumbuh bukan bahan pokok makanan, namun kapas dapat digunakan sebagai bahan baku pakaian. Sedangkan bibit kentang dan ragi bisa menjadi sumber makanan pokok.

Walaupun demikian, peneliti percobaan ini tidak bisa dibanggakan saat ini. Banyak rangkaian pengujian yang masih tetap dilakukan dan membuktikan bahwa tanaman tersebut  berhasil untuk terus tumbuh. Berbeda dengan proses penanaman di Bumi, di Bulan peneliti harus membuat perubahan dramatis demi menjaga kondisi biosfer dan interior tempat pembibitan relatif konsisten.

Kemudian, beberapa kalangan banyak mengajukan pertanyaan, salah satunya terkait risiko pencemaran di bulan. Tetapi para ilmuwan umumnya tidak terlalu menghiraukannya, tapi nyatanya di Bulan sudah banyak limbah manusia yang ditinggalkan oleh para astronot Appolo.

Related News