• 6 December 2022

Ikan Kerapu Kaki Gunung Merapi

uploads/news/2019/10/ikan-kerapu-kaki-gunung-991320a7897db6f.jpg

Ikan kerapu berhasil dikembangbiakkan oleh sekelompok peneliti di kaki Gunung Merapi.

SLEMAN - Ikan kerapu merupakan salah satu spesies ikan laut yang biasanya dapat dikembangbiakkan di lautan luas yang merupakan habitat asli dari ikan ini. Tetapi apa jadinya jika ikan kerapu ini dikembangkan di kaki Gunung Merapi? Sudah tentu ikan tersebut akan mati dan tidak bisa dikembangbiakkan karena memang bukan habitat aslinya.

Tetapi teori tersebut berhasil dibantahkan oleh sekelompok peneliti di Indmira, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang riset, yang terletak di Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Dengan menggunakan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) temuannya, ikan kerapu dapat dikembang biakkan di kaki gunung sekalipun. 

RAS sendiri merupakan teknologi yang telah dikembangkan sejak 2015, dan merupakan filter mekanik yang berfungsi sebagai penyaring air laut, filter biologis untuk menyaring zat-zat jelek dalam kandungan air seperti amoniak. Selain itu ada pula UV yang berfungsi untuk membunuh kuman-kuman penyebab penyakit. Karena sistem inilah yang membuat pengembangan kerapu di kaki gunung atau di pusat kota sekalipun menjadi mungkin dan dapat memangkas biaya untuk pembelian kerapu yang selama ini dinilai sangat mahal.

Selain dapat memangkas biaya, pengawasan terhadap kerapu pun dapat maksimal jika menggunakan sistem ini karena dapat dilihat setiap saat bila dibandingkan dengan keramba yang ada di lautan. Keuntungan lain ialah kerapu yang dikembangkan dengan RAS dapat terhindar dari berbagai penyakit bila dibandingkan dengan kerapu yang dikembangkan di lautan lepas.

Jenis kerapu yang dikembangkan oleh Indmira sendiri ada tiga jenis, yakni kerapu cantan, kerapu macan dan kerapu kertang yang ketiganya merupakan kerapu hibrida. Kerapu - kerapu tersebut  didatangkan langsung dari Natuna dan Bali. 

Dijelaskan oleh Atin Saraswati, Humas Indmira, pada dasarnya Indmira memiliki prinsip bertani dimana saja dan dapat mengembangkan ikan laut di kaki gunung sekalipun. Maka, Indmira juga tidak melayani penjualan ikan untuk luar kota.

“Saat ini masih dijual untuk lokal Yogyakarta saja karena memang tujuan utamanya ialah untuk memangkas rantai distribusi maka tidak ada penjualan ke luar daerah Yogyakarta. Kalau bisa malah membuat satu produsen di tiap daerah” jelas Atin.

Meski RAS masih dalam tahap pengenalan, namun sudah banyak konsumen yang berasal dari beberapa kota besar yang tersebar di Indonesia ingin menggunakan sistem ini dan diterapkan di daerahnya masing-masing. Atin menambahkan untuk ke depannya setelah sukses mengembangkan kerapu, pihaknya akan mencoba untuk mengembangkan udang dan abalone yang risetnya sudah dimulai dari sekarang.

“Untuk kedepannya kami akan coba untuk jenis lain seperti udang dan abalone. Semua riset telah dimulai dan dalam dua tahun semoga dapat langsung keluar hasilnya” tambah Atin.

Related News