• 28 September 2022

Cara Menjaga Kualitas Sapi Perah

Kalau makannya bagus maka kualitas susunya juga bagus. Kalau kita pakai daun jagung yang sudah kita fermentasi dengan kandungan mineral protein dan lain-lain,

JAKARTA - Sapi perah merupakan spesies Bos taurus yang sering dikembangbiakkan secara khusus.

Hal ini, karena sapi perah mampu memproduksi lebih banyak susu per harinya, asalkan ia diberikan pakan yang baik.

Karena pakan yang baik, akan menghasilkan susu yang baik pula.

Seperti yang dilakukan Rachmat Hidayat, pengelola Wisata Agro Edukasi Istana Susu Sapi Cibugary, Jalan Peternakan Raya, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung,  Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, yang beternak sapi perah sebagai usaha turun temurun keluarganya.

Baca juga: Untungnya Bisnis Ternak Sapi Perah

Bibit sapi perah yang ia ternak sendiri berasal dari Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Walaupun pendidikannya bukan dari peternakan, namun ia sudah memiliki bakat beternak sejak kecil.

Sebagai peternak sapi perah, ia juga memperhatikan beberapa faktor untuk menjaga kualitas sapi miliknya.

Tak hanya pakan, manajemen pemeliharaan sapi pun juga diperlukan.

Kalau makannya bagus maka kualitas susunya juga bagus. Kalau kita pakai daun jagung yang sudah kita fermentasi dengan kandungan mineral protein dan lain-lain,” tutur Rachmat saat ditemui tim Jagadtani.id, di kandang Wisata Agro Edukatif Istana Susu Cibugary, belum lama ini.

Menurutnya, pakan sapi perah akan mempengaruhi kuantitas dan kualitas pakan kebutuhan pokok sapi, serta kebutuhan pertumbuhan protein hewani sebagai penyempurna gizi tubuh.

Pada umumnya ada tiga jenis pakan yang dibutuhkan sapi perah, seperti konsentrat , kacang-kacangan, dan hijauan.

Hijauan itu ada rumput king grass, daun jagung, rumput sawah dan lain-lain. Sedangkan konsentrat-nya terdiri dari ampas tahu, minyak kelapa ada juga mineral,”jelasnya.

Saat pemberian pakan,  lanjutnya, waktu yang tepat yaitu pagi hari  setelah proses pemerahan dan sore hari.

Kalau pagi sekitar pukul 07.00, kalau sore itu sekitar pukul 15.00. Jadi, makannya dua kali sehari, mandinya juga dua kali sehari, dan pemerahan juga dilakukan dua kali sehari,” ungkapnya.

Pakan hijauan sendiri merupakan makanan pokok yang menjadi sumber utama bagi kelangsungan hidup sapi perah.

Pemberian pakan hijauan biasanya bersifat wajib, karena jika dipresentasikan sekitar 60-70% pakan hijauan harus ada dalam pakan ternak sapi perah.

Sedangkan bagi sapi yang sedang menyusui sebaiknya diberikan pakan hijauan 25% lebih banyak, agar menjaga gizi selalu tercukupi selama masa menyusui.

Namun, perlu diperhatikan jika pemberian pakan yang tidak sesuai takaran akan menyebabkan kegemukan pada badan sapi.

Baca juga: Pakan Tepat Sapi FH Jantan

Hal ini sangat berpengaruh pada pencernaannya yang terganggu dan bisa mengakibatkan kematian.

Selain itu, saat proses pemerahan dan pemberian pakan telah dilakukan, sebaiknya sapi diistirahatkan terlebih dahulu selama beberapa jam.

Karena jika dipaksa untuk tetap beraktivitas, maka yang terjadi sapi akan merasa stres.

Kalau sudah stres nanti produksinya menurun. Jam istirahatnya berkurang, maka kuantiti produksinya juga akan menurun,” tutupnya.

Related News