• 20 July 2024

Mempertanyakan Kesejahteraan Harimau di Kebun Binatang Indonesia

"Harimau termasuk spesies kucing terbesar yang masih hidup, namun perawatan sangat membutuhkan perhatian khusus. Terlebih daya jelajah Harimau bisa mencapai ratusan kilometer persegi sehingga kesejahteraan harimau belum dapat terpenuhi ketika berada di Kebun Binatang."

 

Jagadtani - Sahabat Tani Masih ingat dengan kematian beruntung yang menimpa harimau Sumatera dan Benggala di Medan Zoo. Nasib serupa mungkin dapat terjadi pada hewan lainnya yang kesejahteraannya tidak mampu dipenuhi oleh pengelola Kebun Binatang maupun Taman Safari. 

Memang kasus pada kemantian empat ekor Harimau dalam tiga bulan di Medan Zoo karena penyakit. Namun sejatinya, hadirnya virus maupun bakteri penyebab penyakit disebabkan habitat yang tidak layak atau sesuai dengan karakter setiap hewan di Kebun Binatang. 

Berbicara tentang kesejahteraan hewan, tim Jagadtani berkesempatan berdiskusi langsung dengan Drh. Merry Ferdinandez, M.si yang hadir dalam aksi damai menyuarakan pelarangan peredaran daging anjing dan kucing secara nasional. 

Drh. Merry Ferdinandez M.si"Drh. Merry Ferdinandez M.si"

Drh. Merry mengatakan kesejahteraan hewan yang membuat hewan bahagia menjadi kunci kesehatan hewan. Begitu juga tempat mereka tinggal merupakan faktor yang tidak dapat dilupakan. 

"Untuk tentang penyakit yang diderita harimau, saya belum dapat berbicara banyak karena tidak terlibat langsung, nanti malah salah bicara. Namun saya hanya ingin membahas dari segi animal welfare atau kesejahteraan hewan yang menjadi kunci terpenting dalam kesehatan hewan. Begitu pula dengan kandang yang sempit juga membuat hewan mudah stres, alhasil kesehatannya pasti akan terganggu." Ungkapnya.

Tentu Sahabat Tani mengetahui, dalam kondisi stres dapat berdampak negatif pada tubuh. Tidak hanya malas makan, segala aktivitas dapat terganggu. Stres yang tinggi pun dapat berakibat fatal hingga berujung kematian pada hewan. 

""

Lebih lanjut, Drh. Merry mengatakan bahwa habitat buatan bagi hewan harus disesuaikan. Bukan hanya ukuran kandang tetapi suasana pun harus mendekati habitatnya di alam liar. 

"Tidak usah berbicara tentang kandang yang tidak sesuai. Suasana Kebun Binatang dengan keriuhan pengunjung maupun sound system pun dapat menimbulkan stres pada hewan, termasuk harimau. Biasa justru membuat musik yang sangat kencang, padahal bukan musik untuk menenang bagi hewan." Tuturnya.

Drh. Merry juga mengatakan, seharusnya pengelola Kebun Binatang di Indonesia mendengarkan suara hati dari para aktivis yang peduli kesejahteraan hewan. "Walau sebenarnya Kebun Binatang di Indonesia belum ada yang layak, terlebih jarak kandang display ke pengunjung sangat dekat sehingga berpotensi adanya benda asing masuk territorial hewan. Para aktivis Animal Welfare memiliki masukan yang sangat bagus bagi kesejahteraan hewan, bukan diacuhkan."

Sebenarnya, berdasarkan UU No.18 tahun 2009 kesejahteraan hewan adalah segala urusan yang berhubungan dengan keadaan fisik dan mental hewan menurut ukuran perilaku alami hewan yang perlu diterapkan dan ditegakkan untuk melindungi hewan dari perlakuan setiap orang yang tidak layak terhadap hewan yang dimanfaatkan manusia.

"Harimau Sumatera terancam punah

Bicara tentang Harimau, sesuai karakter mereka sangat membutuhkan ruang jelajah yang sangat luas, tidak terfragmentasi sekitar 180-380 kilometer persegi untuk Harimau jantan. Sedangkan Harimau betina membutuhkan ruang jelajah 40-70 kilometer persegi.

Tentunya ruang jelajah Harimau tidak dapat terpenuhi pada Kebun Binatang, termasuk di Taman Safari. Bahkan di habitat aslinya, populasi Harimau mulai tergusur hingga telah punahnya Harimau Jawa dan Bali karena ulah manusia.

 

 

Related News