Indonesia Lepas Ekspor Udang Bersertifikat ke Amerika
Jagad Tani - Certifying Entity (CE) ekspor udang ke Amerika Serikat (AS) telah berhasil memenuhi persyaratan sertifikasi bebas Cesium-137 (Cs-137) sesuai standar United States Food and Drugs Administration (FDA), yang ditandai dengan pelepasan ekspor udang bersertifikat bebas radionuklida melalui pelabuhan di Jakarta dan Surabaya.
"Hari ini, saya bersama Menko Pangan selaku Ketua Satgas Penanganan Kontaminasi Cs-137 melepas secara simbolik ekspor udang bebas Cs-137 ke Amerika serikat, dan memastikan keberlanjutan industri udang nasional dengan pulihnya aktivitas ekonomi (dari) hulu sampai hilir industri udang kita,” ungkap Wahyu Trenggono selaku Menteri Kelautan dan Perikanan.
Baca juga: 82 Hektar Sawah Tapanuli Tengah Alami Kerusakan
Adapun jumlah udang yang berhasil diekspor ke Amerika Serikat, yakni sebanyak 10 kontainer. Empat di antaranya melalui Pelabuhan Tanjung Priok dan enam sisanya lewat Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dengan tujuan sejumlah pelabuhan masuk di Amerika seperti Los Angeles, Houston, Savannah, serta Miami.
"Sejak diberlakukannya Import Alert #99-52 oleh Amerika per 31 Oktober lalu, saya telah instruksikan kepada jajaran bahwa pada tanggal itu juga proses bisnis sertifikasi bebas Cs-137 harus siap. Hasilnya sejak 31 Oktober sampai hari ini 3 Desember KKP telah berhasil mensertifikasi dan mengkapalkan 313 kontainer udang ke Amerika dengan volume 5,4 ribu ton senilai USD 58,68 juta atau sekitar Rp974,04 Miliar,” sambungnya.
Ditambahkan pula bahwa KKP juga sedang bersiap melepas kembali ekspor udang ke Amerika Serikat pada tanggal 4, 5 dan 6 Desember 2025 sebanyak 79 kontainer, dengan volume 1,6 ribu ton senilai USD 14,58 Juta. Sedangkan sampai 31 Desember nanti total ekspor diperkirakan mencapai 292 kontainer dengan volume 5,07 ribu ton senilai USD 54,74 juta atau Rp908,71 milyar.
"Pelepasan ekspor ini mengirimkan pesan positif tidak saja bagi masyarakat konsumen di dalam negeri terlebih kepada USFDA dan masyarakat konsumen di pasar global khususnya AS. Dengan demikian, aktivitas ekonomi hulu - hilir industri udang secara bertahap kembali bergerak normal,” ujar Saut Hutagalung yang menjadi ketua Asosiasi Produsen Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I).

