• 20 January 2026

Musim Hujan Picu Fluktuasi Harga Cabai

uploads/news/2025/12/musim-hujan-picu-fluktuasi-11350e86eb9bb30.jpg

Jagad Tani - Lonjakan harga cabai menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta masa libur panjang tak lepas dari pengaruh musim penghujan di akhir tahun. Di tengah kondisi tersebut, masyarakat tentu berharap dan berkah mendapatkan pasokan bahan pangan yang stabil dengan harga yang tetap wajar.

"Hal yang perlu diantisipasi di akhir tahun biasanya musim hujan, tanaman seperti sayuran dan cabai memang rentan terhadap perubahan cuaca. Khusus cabai, begitu perubahan cuaca, misalnya hujan, biasanya para petani tidak metik atau petikannya tidak sebanyak kalau kondisi normal," ungkap Maino Dwi Hartono selaku Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Baca juga: Harga Beras Turun, Deflasi Terjadi Beruntun

Menurutnya, Bapanas memfasilitasi secara business to business agar pedagang besar cabai di Jakarta dapat melakukan pembelian langsung dari petani cabai di Aceh Tengah. Rerata pasokan 13 ton per hari, mobilisasi stok cabai dari Aceh Tengah akan didistribusikan ke Pasar Induk Senen, Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Induk Tanah Tinggi, Pasar Induk Cibitung sampai Pasar Induk Caringin Bandung.

Selain Aceh Tengah, daerah sentra produksi cabai dengan harga yang relatif terjangkau masih ada di Kabupaten Jeneponto, Enrekang, dan Wajo Sulawesi Selatan. Ini akan ditindaklanjuti kembali oleh Bapanas bersama Kementerian Pertanian terkait penjajakan mobilisasi stok.

"Memang ada tantangan distribusi karena faktor cuaca dan sebagainya, yang kemudian bisa menyebabkan terganggu pasokan dan ujungnya terkoreksi harga tadi. Program kerja sama antar daerah, bagaimana daerah-daerah yang bukan sentra, itu melaksanakan kerja sama dengan daerah sentra. Sehingga membantu masyarakat bisa menikmati harga pangan dengan harga baik tentunya," terangnya.

Melalui pantauan harga di Panel Harga Pangan Bapanas, Harga Acuan Pembelian Tingkat Produsen (HAP) Nasional Rp 22.000/Kg-29.600/Kg, daerah dengan rata-rata harga cabai yang masih berada di bawah HAP, ada di Sulawesi Utara (Sulut), Aceh, dan Sulawesi Selatan (Sulsel). Di Sulut dan Aceh, komoditas cabai merah keriting masing-masing memiliki rata-rata harga Rp 21.667/Kg dan Rp 21.500/Kg. Sementara di Sulsel cabai rawit merah berada di Rp 21.500/Kg.

Adapun proyeksi Neraca Pangan per Desember 2025, produksi bulanan cabai besar diestimasikan meningkat 22,3% jika dibandingkan bulan November.

Cabai besar di Desember dapat mencapai produksi 127,8 ribu ton, sementara November 104,5 ribu ton. Untuk produksi cabai rawit bulan Desember 2025 diperkirakan mencapai 108,6 ribu ton. Sementara kebutuhan konsumsi cabai rawit bulanan secara nasional untuk cabai besar dan cabai rawit merah berada di kisaran 76 ribu sampai 78 ribu ton.

Related News