• 20 January 2026

Bisnis Ayam Skala Rumahan Jual DOC Lebih Cuan

uploads/news/2025/12/hobi-unggas-jadi-sarana-815772fc3f2f8e9.jpeg

Jagad Tani - Haji Anwar yang merupakan seorang penghobi unggas, membagikan pengalamannya dalam beternak ayam sekaligus memberi edukasi kepada masyarakat yang tertarik menjalankan usaha ayam petelur rumahan.

Menurutnya, tren memelihara ayam petelur di rumah sering kali tidak dibarengi dengan perhitungan biaya yang matang. Ia menjelaskan, untuk menghasilkan satu kilogram telur dibutuhkan sekitar 20 butir telur, yang berarti minimal harus memelihara sekitar 25 ekor ayam.

Baca juga: Musim Hujan Picu Fluktuasi Harga Cabai

“Kalau dapat 20 telur sehari itu kira-kira satu kilo, nilainya cuma sekitar Rp30.000,” ujar Haji Anwar.

Ia menambahkan, pendapatan tersebut sering kali tidak sebanding dengan biaya pakan, perawatan, dan tenaga yang dikeluarkan setiap hari. Banyak orang, kata dia, hanya menghitung selisih antara biaya pakan dan hasil penjualan telur, tanpa memperhitungkan nilai tenaga kerja.

“Tenaga itu dianggap enggak ada harganya. Padahal kalau kita kerja di luar, kita dapat gaji,” jelasnya.

Sebagai perbandingan, Haji Anwar menilai usaha menjual anak ayam atau Day Old Chick (DOC) justru lebih menguntungkan untuk skala rumahan. Ia mencontohkan, jika satu DOC dijual seharga Rp15.000, maka penjualan 20 DOC dapat menghasilkan Rp300.000.

“Bandingkan dengan satu kilo telur yang harganya Rp30.000. Nilainya bisa sepuluh kali lipat kalau dijual dalam bentuk DOC,” katanya.

Di wilayah Depok, harga DOC masih berkisar antara Rp13.000 hingga Rp15.000 per ekor. Dengan harga terendah sekalipun, penjualan 20 DOC bisa menghasilkan sekitar Rp260.000, jauh lebih tinggi dibandingkan menjual telur.

Melalui pengalamannya, Haji Anwar mengajak masyarakat untuk tetap berbisnis ayam petelur rumahan, namun dengan perhitungan yang lebih realistis. Ia juga menyarankan agar usaha penjualan DOC bisa menjadi alternatif yang lebih menarik dan menguntungkan.

“Dengan begitu, biaya pakan dan tenaga kerja bisa tertutup, dan usaha jadi lebih masuk akal secara ekonomi,” pungkasnya.

Related News