• 20 January 2026

Distribusi Bantuan Pangan, Mualem dan Bapanas Berkoordinasi

uploads/news/2025/12/distribusi-bantuan-pangan-mualem-3072211db8b37fd.jpg

Jagad Tani - Guna memastikan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana di Aceh, Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Andriko Noto Susanto, bertemu dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, membahas soal koordinasi bantuan kemanusiaan agar bergerak cepat dan tepat sasaran.

KRI Banda Aceh yang tiba di Lhokseumawe pada (13/12), membawa bantuan pangan dan nonpangan senilai Rp 34,8 miliar. Bantuan terdiri atas puluhan ribu paket kebutuhan pokok dan pangan siap saji, seperti beras 36,4 ton, minyak goreng 3.948 liter, gula 7 ton, mi instan 3.609 dus, air mineral 1.150 dus, serta beragam kebutuhan mendesak lainnya untuk mendukung operasional posko dan dapur umum.

Baca juga: Musim Hujan Picu Fluktuasi Harga Cabai

Bantuan tersebut dipusatkan terlebih dahulu di titik koordinasi sebelum didistribusikan secara bertahap ke wilayah terdampak sesuai kebutuhan lapangan dan ketepatan distribusi menjadi fokus utama dalam situasi darurat.

Slain itu, KRI Surabaya-591 juga telah berangkat dari Jakarta pada Jumat, (12/12) lalu. Kapal tersebut membawa bantuan lanjutan untuk bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, dengan total muatan setara 153 truk. Bantuan lanjutan ini dirancang untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi seiring berlanjutnya masa tanggap darurat.

“Negara harus hadir lebih awal memastikan masyarakat tetap memiliki akses pangan yang aman dan memadai, terutama di masa krisis,” terang Andriko.

Bantuan pangan reguler berupa 10.614 ton beras dan 2 juta liter minyak goreng dan penyaluran stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) khusus bencana alam sebesar 16,3 ribu ton telah dialokasikan oleh Bapanas. 

Muzakir Manaf selaku Gubernur Aceh menilai bahwa dukungan pangan yang disalurkan sangat membantu pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi di tengah situasi darurat, dan menegaskan jika pemahaman pemerintah daerah terhadap kondisi wilayah menjadi modal penting dalam percepatan penyaluran bantuan.

“Kami di pemerintah daerah memahami secara detail kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Karena itu, kami berharap koordinasi terus diperkuat agar penyaluran bantuan dapat terakselerasi lebih cepat, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat terdampak,” tukas pria yang akrab disapa Mualem ini.

 

Related News