• 20 January 2026

Aksi Penanaman Seribu Pohon, Selamatkan Hulu Cisadane

uploads/news/2025/12/aksi-penanaman-seribu-pohon-65263d5ecc6ce8f.jpg

Jagad Tani - Degradasi lahan dan ancaman abrasi di sepanjang aliran sungai harus menjadi perhatian bagi semua pihak, termasuk yang terjadi di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane, karena menghadapi kondisi kritis, oleh karena itu penanaman pohon dilakukan untuk membangun Benteng Hijau alami guna memperkuat struktur tanah, mencegah pengikisan tebing sungai (abrasi), dan memulihkan fungsi hidrologis kawasan hulu yang kian tergerus.

Pada akhirnya Hanif Faisol Nurofiq, selaku Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), bersama Aliansi BEM se-Bogor Raya, pada akhirnya melakukan aksi penanaman 1.000 pohon di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, sebagai strategi pertahanan ekologis jangka panjang.

Baca juga: Pupuk Subsidi Perikanan Disalurkan Awal Tahun 2026

“Penanaman pohon adalah upaya mitigasi bencana yang harus kita lakukan terus-menerus, setiap hari dan setiap waktu. Kita sedang membangun benteng pertahanan alami untuk mencegah abrasi dan banjir. Kita tidak boleh berhenti pada satu kegiatan, karena menjaga lingkungan adalah proses jangka panjang yang menuntut konsistensi kita semua,” ungkap Hanif.

Hanif juga memaparkan data mengkhawatirkan mengenai kondisi tutupan hutan di DAS Cisadane yang saat ini berada pada angka kritis. Data ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa ruang terbuka hijau di kawasan hulu sudah dalam kondisi darurat.

“Tutupan hutan di DAS Cisadane saat ini masih kurang dari 10 persen, hanya sekitar 15.000 hektare dari total luas 152.000 hektare. Inilah alasan mengapa benteng hijau harus segera kita perluas. Ini tanggung jawab kita bersama untuk memastikan fungsi ekologis sungai ini pulih kembali melalui penghijauan masif,” terang Hanif.

Inisiatif ini disambut antusias oleh Koordinator Aliansi BEM se-Bogor Raya, Indra Mahfuzhi, yang menegaskan kesiapan mahasiswa untuk menjadi garda terdepan pelestari lingkungan. 

“Kehadiran Bapak Menteri di hulu Cisadane memberikan suntikan moral besar bagi kami. Mahasiswa siap mengawal aksi ini secara berkelanjutan, memastikan setiap pohon yang ditanam tumbuh menjadi benteng pelindung kawasan resapan air dan penyelamat bagi masyarakat,” ujar Indra. 

 

Related News