BRIN dan UGM Kerjasama Riset Teknologi Pertanian
Jagad Tani - Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kerja sama dengan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam bidang penerapan mekatronika cerdas pada teknologi pertanian dan biosistem. Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan di Kawasan Sains dan Teknologi Samaun Samadikun, Bandung.
“Alhamdulillah kita diberi kesempatan untuk bertemu dalam rangka penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pusat Riset Mekatronika Cerdas dengan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada. Saya mengucapkan selamat datang di Kawasan Sains dan Teknologi Samaun Samadikun yang menjadi home base Organisasi Riset Elektronika dan Informatika, termasuk di dalamnya Pusat Riset Mekatronika Cerdas,” ujar Yanuandri Putrasari selaku Kepala PRMC BRIN.
Baca juga: Great Green Wall, Upaya China Menghijaukan Gurun
Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan capaian riset PRMC, baik dari kualitas maupun kuantitas. Sinergi antara lembaga riset dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam pengembangan teknologi yang aplikatif dan berkelanjutan dan juga bertujuan untuk mensinergikan sumber daya serta kompetensi yang dimiliki oleh kedua belah pihak.
“Ruang lingkup kerja sama ini meliputi riset penerapan mekatronika cerdas pada teknologi pertanian (smart farming) dan biosistem, pemanfaatan tenaga ahli, pertukaran data dan pengetahuan, pemanfaatan bersama sarana dan prasarana riset, penyelenggaraan kegiatan ilmiah bersama, serta penyusunan draf kekayaan intelektual dan publikasi ilmiah,” paparnya.
Ada empat pilar utama yang difokuskan pada kolaborasi riset, pertama, penelitian bersama untuk pengembangan smart farming dan penerapan mekatronika cerdas di sektor pertanian. Kedua, bidang pendidikan melalui program magang, praktisi mengajar, dan pembimbingan riset mahasiswa. Ketiga, penyelenggaraan kegiatan ilmiah seperti publikasi, seminar, dan workshop bersama. Keempat, pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung studi lanjut.
“Kami berada di bidang teknologi pertanian, namun dalam aspek teknis kami masih membutuhkan pendampingan dan kolaborasi untuk memperkuat kompetensi agriculture dan biosystem engineering. Terlebih dengan tren smart technology dan advanced technology, kerja sama dengan BRIN menjadi sangat penting. Harapan kami, ke depan dapat terbangun sinergi antara program-program di UGM dengan riset yang dikembangkan di BRIN,” ungkap Lilik Sutiarso, Kepala Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem FTP UGM.

