Jagad Tani - Perayaan Natal memang selalu identik dengan kisah Santa Claus dan kereta luncurnya yang ditarik oleh rusa-rusa kutub. Namun di balik cerita tersebut, setidaknya ada delapan nama rusa kutub legendaris yang telah dikenal luas dan terus diangkat dalam berbagai tradisi, dekorasi, hingga pertunjukan Natal di berbagai belahan dunia.
Delapan rusa kutub tersebut adalah Dasher, Dancer, Prancer, Vixen, Comet, Cupid, Donner, dan Blitzen. Nama-nama ini pertama kali dipopulerkan melalui puisi klasik “A Visit from St. Nicholas” karya Clement Clarke Moore yang terbit pada tahun 1823 Masehi. Sejak saat itu, kedelapan rusa ini menjadi simbol kecepatan, kegembiraan, dan keajaiban malam Natal.
Baca juga: Ngejot, Tradisi Berbagi Makanan Jelang Perayaan Natal
Hingga akhirnya pada tahun 1939, Rundolph sebagai rusa kesembilan ditambahkan. Bila mengacu pada The Encyclopedia of Christmas and New Year Celebration karangan Tanya Gulevich, karakter Rudolph Si Rusa Hidung Merah (Rudolph the Red-Nosed Reindeer) berasal dari sebuah puisi karya Robert May, seorang pegawai pusat perbelanjaan di Montgomery Ward, Chicago, Amerika Serikat.
Dalam perayaan Natal modern, nama-nama rusa kutub tersebut kerap muncul dalam lagu-lagu Natal, parade, hiasan pohon, hingga cerita anak-anak. Dasher digambarkan sebagai rusa yang lincah, Dancer sebagai rusa penari sekaligus penyemangat, sementara Prancer dikenal sebagai rusa lincah dan mencolok, adapun Vixen dikenal lucu serta penghibur bagi rusa-rusa yang lain.
Untuk Comet, merupakan rusa yang ramah dan mudah bergaul. Cupid melambangkan rusa yang penuh kasih sayang serta perhatian, sedangkan Donner dan Blitzen yang memiliki arti guntur dan kilat mewakili kekuatan dan kecepatan. Sementara Rudolph dikenal sebagai rusa kutub berhidung merah menyala yang berperan penting saat malam Natal diselimuti kabut tebal. Dengan cahaya dari hidungnya, Rudolph memandu Santa Claus agar tetap dapat mengantarkan hadiah ke seluruh dunia.
Kehadiran sembilan rusa kutub ini menjadi bagian dari tradisi lintas generasi yang terus dirayakan hingga kini. Melalui kisah Santa Claus dan sembilan rusa kutubnya yang bertugas memberikan hadiah, perayaan Natal semakin sarat dengan pesan kebersamaan, harapan, dan kehangatan bagi keluarga di seluruh dunia.
