Stok Telur Ayam Ras Naik, Harga Berfluktuasi
Jagad Tani - Sebagai salah satu pilihan protein hewani yang disukai masyarakat, komoditas telur ayam ras tentu harus selalu memenuhi permintaan pasar.
Dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional kebutuhan konsumsi setahun untuk telur ayam ras totalnya diestimasikan 6,487 juta ton, dari total tersebut, kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) di tahun 2025 berkisar 1,96% atau 127,3 ribu ton telur ayam ras.
Sementara itu, produksi telur setahun dapat mencapai 6,561 juta ton. Adapun stok akhir tahun 2025 untuk telur ayam ras secara nasional mengalami peningkatan pesat dibandingkan stok akhir tahun sebelumnya.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memproyeksikan bahwa stok akhir tahun telur ayam ras dapat mencapai 74,5 ribu ton, melonjak sekitar 154,2% jika dibandingkan stok akhir tahun 2024 yang berada di angka 29,3 ribu ton.
Baca juga: Ayam KUB 1, Produktif Sejak Usia Muda
"Stok telur kita secara nasional banyak. Saat ini namanya sedang menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), demand-nya naik hingga ada kenaikan," ungkap Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa.
Menurutnya, kendati demikian, perkembangan harga telur ayam ras mengalami fluktuasi. Harga komoditas telur ayam ras yang diminati masyarakat perlu berada sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen yang telah ditetapkan yakni di Rp 30.000/Kg.
"Secara prinsip kami sudah sering rapat dengan teman-teman peternak. Mereka komitmen tetap di range harga di peternak Rp 22.000, Rp 23.000 sampai Rp 25.000. Artinya, pedagang mestinya masih bisa menjual dengan angka Rp 30.000," papar Ketut.
Berdasarkan Panel Harga Pangan Bapanas, Per 26 Desember, rerata harga berada di Rp 31.509Kg. Hal ini mulai ada penurunan dari seminggu sebelumnya yang Rp 31.671/Kg dan mengalami kenaikan sebesar 0,52% dibandingkan sehari sebelumnya yang Rp 31.500/Kg.
Provinsi dengan rerata harga telur ayam ras paling rendah yakni Bali, Rp 27.582/Kg atau sekitar 8,06% lebih rendah dari HAP. Adapun rerata harga telur ayam ras secara nasional berada melebihi HAP tingkat konsumen mulai terjadi di bulan Oktober. Saat itu rerata harga bulanan telur ayam ras berada di Rp 30.436/Kg.

