10 Kecamatan Penghasil Garam di Kabupaten Sumenep
Jagad Tani - Kabupaten Sumenep, yang berada di ujung timur Pulau Madura, dikenal sebagai salah satu lumbung garam tradisional di Indonesia.
Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumenep, lahan tambak garam rakyat di wilayah ini tersebar luas di berbagai kecamatan. Produksi garam yang dihasilkan dari puluhan desa memberi kontribusi penting pada suplai garam nasional.
Pada tahun 2024 luas areal tambak garam tercatat mencapai 1.701,43 hektare. Tersebar di 10 kecamatan yang dikenal sebagai penghasil garam rakyat di Kabupaten Sumenep dengan realisasi produksi mencapai 146.828,68 ton.
Hal ini menunjukkan bahwa produksi garam rakyat merupakan kegiatan ekonomi yang masih aktif dan menjadi salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat.
Baca juga: Garam Sumenep, Identitas dan Penggerak Ekonomi
Berikut 10 Kecamatan di Kabupaten Sumenep penghasil garam rakyat yang terus berproduksi hingga sekarang:
1. Kecamatan Gapura
Gapura menjadi salah satu wilayah penghasil garam penting di Sumenep dengan luas lahan tambak yang signifikan. Kontribusi produksinya sangat tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata wilayah lainnya.
2. Kecamatan Kalianget
Kecamatan ini menempati posisi strategis sebagai salah satu pusat produksi garam terbesar di kabupaten Sumenep, Kalianget memiliki jumlah petani garam, luas lahan, dan produksi garam yang dominan.
3. Kecamatan Saronggi
Saronggi juga termasuk wilayah penghasil garam yang produktif, didukung oleh banyaknya petambak dan area lahan yang memadai.
4. Kecamatan Pragaan
Di Pragaan, industri garam rakyat menjadi bagian penting dari kehidupan ekonomi masyarakat, meskipun luas lahan sedikit lebih kecil dibanding beberapa kecamatan lain.
5. Kecamatan Giligenting
Kecamatan ini menjadi salah satu titik produksi garam di kepulauan Sumenep yang memiliki lahan tambak serta pola produksi yang khas.
6. Kecamatan Talango
Talango, sebuah wilayah kepulauan di Sumenep, juga termasuk dalam daftar kecamatan penghasil garam, meskipun luas lahan relatif lebih kecil dibanding wilayah daratan.
7. Kecamatan Raas
Pulau yang berada di gugusan kepulauan Sumenep ini turut menyumbang produksi garam rakyat meskipun secara jumlah relatif lebih moderat.
8. Kecamatan Arjasa
Arjasa termasuk dalam wilayah yang memiliki aktivitas produksi garam rakyat, dengan peran yang berkontribusi pada total produksi wilayah kabupaten.
9. Kecamatan Kangayan
Kangayan tercatat sebagai salah satu kecamatan yang memiliki lahan garam, meskipun skala produksinya lebih kecil dibanding pusat produksi utama seperti Kalianget atau Gapura.
10. Kecamatan Sapeken
Sapeken, bagian dari kepulauan di Sumenep, juga memiliki lahan dan produksi garam tradisional yang turut menambah ragam wilayah penghasil garam di kabupaten ini.
Aktivitas ini tidak hanya menjadi sumber mata pencaharian masyarakat pesisir tetapi juga bagian penting dari sejarah garam di Indonesia, dengan potensi yang masih terus dikembangkan dan dioptimalkan di masa mendatang.

