Jenis Kayu Temuan Banjir Sumatra dan Manfaatnya
-
-
"Sebuah masjid masih berdiri di antara tumpukan kayu di desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang" -
-
-
Jagad Tani - Saat banjir di Sumatra beberapa waktu yang lalu, ada banyak jenis kayu yang terbawa arus. Gelondongan kayu menumpuk di berbagai wilayah, mulai dari Aceh, Sumatra Utara hingga Sumatra Barat.
Berdasarkan temuan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri jenis kayu gelondongan yang dominan ditemukan pascabencana di wilayah Sumatra ialah berupa kayu pohon karet, durian, dan ketapang. Berikut merupakan manfaat dari ketiga pohon tersebut apabila tetap lestari di hutan.
Baca juga: Sigi Alokasikan 1.200 Hektare Cetak Sawah Baru
1. Pohon Karet
Pohon karet (Hevea brasiliensis) biasanya digunakan sebagai komoditas perkebunan yang memiliki manfaat dan bernilai tinggi. Pertumbuhannya panjang lebih dari 100 tahun dengan masa produksi ekonomisnya antara 20-30 tahun.
Tanaman ini mampu menghasilkan getah yang sering disebut dengan lateks. Lateks bisa dimanfaatkan untuk diolah menjadi karet alam dan diproses menjadi berbagai barang ekonomi bernilai tambah seperti ban, bola, sarung tangan, dan produk lainnya.
Selain itu, pohon karet dapat berfungsi untuk menyerap CO2 dari atmosfer dan menyimpannya dalam biomassa (batang, cabang, dan akar). Fungsi lainnya sebagai penyerap karbon alami yang membantu mengurangi efek rumah kaca.
Adapun akar dari pohon karet yang menyebar kuat juga dapat membantu mengikat tanah, mencegah dan mengurangi erosi, terutama di lahan miring dan basah, serta menjaga struktur permukaan tanah secara alami.
2. Pohon Durian
Durian atau Durio zibethinus merupakan tanaman yang batang pohonnya secara alami bisa memiliki tinggi mulai dari 10-45 meter dan dapat tumbuh lebih dari 100 tahun.
Secara umum biasanya yang dimanfaatkan dari pohon durian adalah buahnya yang bernilai ekonomi yang tinggi. Di Aceh saja, buah duriannya memiliki varietas unggul, seperti buah durian lamno, durian asoe kaya, golden lau dan king lawe arum.
Batang pohon durian juga memiliki manfaat yang tak kalah penting. Utamanya dalam pencegahan erosi karena akarnya kuat mencengkram lapisan tanah atas, termasuk di lahan-lahan miring.
Selain itu, kulit buah durian dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat kertas. Bila mengutip dari Jurnal Hutan Lestari (2018), masyarakat Desa Labian Ira’ang di Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu memanfaatkan kulit batang pohon durian menjadi bahan bangunan dan pewarna alam.
3. Pohon Ketapang
Pohon Ketapang (Terminalia catappa) bisa bermanfaat menjadi peneduh alami karena cukup rindang, dapat menurunkan suhu dan menyegarkan udara.
Bagian-bagian dari pohon ketapang mulai dari biji, daun, batang dan buahnya dipercaya memiliki manfaat untuk bahan obat herbal. Umumnya untuk berbagai penyakit seperti penyakit kulit, sariawan, hipertensi, hingga diabetes karena memiliki kandungan antioksidan dan antibakterinya.
Uniknya pembudidaya ikan hias cupang merasakan manfaatnya, karena daun ketapang digunakan sebagai bahan utama untuk menstabilkan pH air, mengurangi stres ikan, serta mencegah penyakit jamur ataupun bakteri.
Selain itu, batang pohon ketapang memiliki teksturnya yang keras dan kokoh sehingga bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan proses yang benar untuk kebutuhan bahan bangunan konstruksi.

