Kopi Tarutung, Cita Rasa Khas Tapanuli Utara
Jagad Tani - Sesuai dengan namanya, Kopi Tarutung berasal dari Tarutung, ibu kota Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Daerah ini dikenal sebagai salah satu penghasil kopi arabika dan robusta yang berkualitas. Memiliki cita rasa serta aroma khas sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmat kopi.
Kopi asal Tarutung dikenal dengan rasa pahit yang gurih, berpadu dengan sentuhan asam dan sepat yang seimbang. Keistimewaan kopi ini terletak pada kualitas rasa serta aroma yang unik, yang dipengaruhi oleh lingkungan alam dan tanaman di sekitar perkebunan kopi. Perbedaan vegetasi di sekitar lahan tanam, seperti tanaman jeruk atau rempah-rempah, turut memberikan karakter aroma yang beragam dan khas.
Baca juga: Libur Nataru, Layanan Pelabuhan Perikanan Tetap Beroperasi
Selain memiliki cita rasa yang istimewa, Kopi Tarutung juga dikenal melalui proses perawatan tanaman yang dilakukan secara sungguh-sungguh. Para petani setempat merawat tanaman kopi dengan baik, termasuk pengendalian hama, guna memastikan kualitas biji kopi tetap terjaga. Proses panen dilakukan ketika buah kopi benar-benar matang agar menghasilkan biji kopi unggulan.
Dalam tahap pascapanen, biji kopi diseleksi dengan ketat. Biji kopi berkualitas baik dipisahkan dari yang kurang baik sehingga kopi yang dipasarkan kepada masyarakat merupakan kopi dengan mutu tinggi. Proses penyortiran ini menjadi salah satu faktor utama yang menjadikan Kopi Tarutung memiliki reputasi baik di kalangan pecinta kopi.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, Kabupaten Tapanuli Utara merupakan salah satu sentra budidaya kopi arabika di Provinsi Sumatera Utara. Produksi kopi arabika pada tahun 2018 mencapai 14.175,87 ton dengan luas area penanaman sebesar 16.214,82 hektar
Jika mengutip dari jurnal penelitian yang berjudul "Analisis pengaruh cuaca terhadap produksi kopi di Tapanuli Utara, Sumatera Utara" yang ditulis oleh Guntoro, dkk, yang mangatakan bahwa tren data produksi kopi selama 5 tahun terakhir sejak tahun 2018 hingga 2022, di Tapanuli Utara mengalami peningkatan yaitu diketahui tahun 2018 diperoleh angka produksi kopi sebanyak 14.745,7 ton dan terus meningkat hingga di tahun 2022 menjadi sebanyak 15.712,12 ton dari seluruh kecamatan yang ada di Tapanuli Utara.
Melalui data di atas, tentu hal tersebut menunjukkan bahwa perkembangan produksi dari Kopi Tarutung juga ikut meningkat sebagai salah satu komoditas pertanian yang ada di Kabupaten Tapanuli Utara.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke wilayah Tapanuli Utara, Kopi Tarutung menjadi salah satu oleh-oleh khas yang patut dicoba. Dengan aroma yang khas dan cita rasa yang memanjakan lidah, Kopi Tarutung tak hanya menjadi teman di waktu senggang, tetapi juga penyemangat dalam aktivitas sehari-hari.

