2026 Serapan Beras Nasional Diproyeksikan Meningkat
Jagad Tani - Pada masa panen raya tahun 2026 nanti, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menargetkan penyerapan beras sebesar 2 hingga 2,5 juta ton sebagai bagian dari penguatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sekaligus upaya menjaga harga gabah tetap menguntungkan petani.
“Di panen raya nanti, minimal kita serap 2 juta ton, kalau bisa sampai 2,5 juta ton,” ungkap Andi Amran dalam keterangan tertulisnya usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Penetapan CPP Tahun 2026 di Jakarta Pusat, dikutip Rabu (31/12).
Baca juga: Skema Bundling MinyaKita Picu Kenaikan Harga
Menurutnya, target serapan tersebut sejalan dengan proyeksi produksi beras nasional yang diperkirakan meningkat pada 2026, serta kesiapan pemerintah dalam memperkuat cadangan pangan nasional.
Pemerintah sendiri berencana menambah Cadangan Beras Pemerintah naik dari 3 juta ton menjadi 4 juta ton, dan Perum Bulog akan menjadi ujung tombak penyerapan hasil panen petani, dalam menjaga stabilitas harga gabah dan beras.
“Bulog yang pegang stoknya. Ini sama seperti beras, minyak goreng, dan pangan lainnya. Negara hadir sebagai stabilisator,” paparnya.
Penguatan serapan beras ini oleh Amran dinilai menjadi kunci agar panen raya tahun 2026 yang diperkirakan datang lebih awal, tidak berdampak pada penurunan harga di tingkat petani, sehingga dapat memastikan produksi petani terserap optimal.
Saat ini, kondisi stok nasional Per akhir Desember 2025, tercatat mencapai 3,39 juta ton.
“Ini stok tertinggi sepanjang sejarah. Jadi untuk 2026 bukan hanya aman, tapi sangat aman,” tukasnya.
Selain itu, untuk alokasi pupuk subsidi nasional di tahun 2026 mencapai 9,5 juta ton dengan harga yang telah diturunkan sekitar 20% dibanding tahun 2025.
Hal ini dinilai akan menjadi momentum peningkatan kesejahteraan petani sekaligus penguatan ketahanan pangan nasional saat panen raya tahun 2026 nanti.

