• 21 January 2026

Pemulihan Sektor Pertanian Pascabencana Sumatera, Tengah Disiapkan

uploads/news/2026/01/pemulihan-sektor-pertanian-pascabencana-46986e94b6d85f9.jpeg

Jagad Tani - Langkah-langkah untuk memulihkan lahan sawah dan sektor peternakan yang terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, tengah disiapkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

Sudaryono selaku Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) menyampaikan bahwa berdasarkan pendataan awal, sekitar 70 ribu hektare lahan pertanian terdampak bencana, dengan sekitar 11 ribu hektare di antaranya mengalami puso (kerusakan) akibat kerusakan berat.

Baca juga: 2026 Pemerintah Stop Impor Gula dan Beras

“Lahan yang mengalami puso ini sudah tidak berbentuk sawah lagi. Untuk itu, Kementerian Pertanian akan melakukan perbaikan melalui program cetak sawah, termasuk penyediaan benih dan alat mesin pertanian agar lahan bisa kembali produktif,” ungkap Sudaryono.

Pemulihan lahan sawah ini menurutnya, akan dilakukan secara bertahap seiring proses pembersihan dan rehabilitasi wilayah terdampak pascabencana. Pendataan rinci terhadap kondisi lahan pertanian yang rusak akan dilakukan mulai awal Januari 2026.

Adapun lahan pertanian terdampak namun tidak mengalami gagal panen, seperti terendam banjir sementara atau terganggu akses distribusinya, akan dilakukan pendampingan agar aktivitas produksi dapat kembali normal. Pendataan terhadap sektor peternakan, seperti ayam, sapi, dan kambing, juga dilakukan.

“Untuk peternakan yang mengalami kerusakan akibat bencana, Kementan akan menyiapkan bantuan pemulihan pascabencana, termasuk bantuan ternak, pakan, dan sarana pendukung lainnya agar usaha peternakan masyarakat bisa bangkit kembali,” terangnya.

Penanganan sektor pertanian pascabencana merupakan bagian penting dalam melindungi sumber penghidupan petani dan peternak. Tentu kolaborasi lintas sektor dalam penanganan bencana diperlukan, baik pada tahap kedaruratan maupun pemulihan.

“Pemulihan pertanian tidak bisa dilakukan sendiri. Kementerian Pertanian akan bekerja sama dengan pemerintah daerah serta organisasi petani seperti HKTI agar perbaikan sawah dan peternakan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran,” tukasnya.

Related News