• 21 January 2026

Freeze Drying Perluas Peluang Inovasi Pangan Lokal

uploads/news/2026/01/freeze-drying-perluas-peluang-571298715357d96.jpg

Jagad Tani - Di tengah upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, inovasi menjadi kunci agar pangan lokal mampu bersaing dan diterima masyarakat luas. Salah satu terobosan yang kini dikembangkan adalah pemanfaatan teknologi freeze dryer untuk produk berbasis sorgum. Melalui teknologi ini, nasi sorgum, bubur, hingga sari sorgum dapat bertahan lebih lama tanpa kehilangan nilai gizinya.

Selama ini, sorgum dikenal sebagai pangan lokal bernutrisi tinggi, namun kerap terkendala pada aspek kepraktisan dan preferensi konsumsi. Di sinilah teknologi memainkan peran penting dalam menjembatani kekayaan pangan tradisional dengan kebutuhan masyarakat modern.

Baca juga: 2026 Serapan Beras Nasional Diproyeksikan Meningkat

Akademisi dan peneliti pangan, Prof. Wisnu, menilai teknologi freeze drying menjadi salah satu solusi strategis untuk meningkatkan daya saing pangan lokal. Menurutnya, tantangan utama pangan lokal bukan pada kualitas gizi, melainkan pada cara penyajian dan daya simpan.

“Dengan teknologi freeze drying, nilai gizi tetap terjaga dan produk bisa disimpan lebih lama. Penyajiannya juga praktis, cukup diseduh dan siap dikonsumsi,” ujarnya melalui keterangan tertulis di Badan Pangan Nasional, dikutip (02/02).

Lebih jauh, Prof. Wisnu melihat peluang besar dari hasil olahan sorgum yang telah melalui proses freeze drying. Produk tersebut tidak hanya dapat dikonsumsi langsung, tetapi juga diolah kembali menjadi tepung sebagai bahan baku beras analog bernutrisi tinggi. Inovasi ini membuka ruang pengembangan formulasi pangan yang lebih beragam.

“Ini membuka ruang inovasi yang luas. Pangan lokal bisa diolah menjadi produk modern tanpa kehilangan identitas dan keunggulan nutrisinya,” kata Prof. Wisnu.

Ia menjelaskan, nilai tambah nutrisi dapat diperkuat melalui penambahan protein nabati dari kacang-kacangan maupun rempah-rempah, sehingga menghasilkan pangan dengan komposisi gizi yang lebih lengkap dan seimbang.

Dari sisi kebijakan, Badan Pangan Nasional memandang penguatan teknologi pengolahan pangan lokal sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mendorong konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman.

Inovasi sorgum dan singkong tidak hanya diarahkan untuk pasar komersial, tetapi juga diproyeksikan mendukung suplai pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal. Melalui kolaborasi inovasi teknologi, penguatan UMKM, dan dukungan kebijakan, pangan lokal diharapkan mampu bertransformasi menjadi fondasi ketahanan pangan yang berkelanjutan-modern dalam bentuk, namun tetap kuat pada akar dan nilai nutrisinya.

 

Related News