• 20 January 2026

Banjir Aceh Timur, Kerugian Perikanan Rp2,64 Triliun

uploads/news/2026/01/banjir-aceh-timur-kerugian-40348f61cc01348.jpeg

Jagad Tani - Bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Timur pada akhir November 2025 berdampak serius terhadap sektor perikanan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur mencatat kerugian pada sektor ini ditaksir mencapai Rp2,64 triliun.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Timur, Afifullah, mengatakan banjir merendam ribuan hektare tambak ikan dan udang milik masyarakat, termasuk tambak budidaya, seperti lokasi produksi garam tradisional yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Baca juga: Overkapasitas Pelabuhan, Izin Kapal Muara Angke Dimoratorium

“Kerusakan paling signifikan terjadi pada sektor perikanan. Banyak tambak masyarakat rusak berat, kolam budidaya jebol, ikan dan udang hanyut, serta sarana pendukung seperti pintu air, tanggul tambak, dan peralatan budidaya tidak bisa diselamatkan,” ujar Afifullah.

Menurutnya, genangan banjir yang berlangsung cukup lama, sehingga menyebabkan sebagian besar pembudidaya perikanan mengalami gagal panen. Bahkan, banyak masyarakat pesisir dan pedesaan kehilangan sumber penghasilan sepenuhnya karena aktivitas perikanan lumpuh total.

“Sebagian besar tambak masih terendam, sehingga masyarakat belum dapat beraktivitas. Dari laporan sementara yang masuk, kerugian sektor perikanan diperkirakan mencapai Rp2,64 triliun,” jelasnya.

Selain kerusakan fisik, banjir juga berdampak pada kerusakan ekosistem perairan tambak. Air banjir yang bercampur lumpur dan limbah menurunkan kualitas air secara drastis, sehingga berpotensi menyebabkan kematian ikan dan udang dalam jangka panjang.

“Dampak lanjutan ini tidak bisa dianggap ringan. Setelah banjir surut pun, masyarakat masih membutuhkan waktu dan biaya besar untuk memulihkan tambak agar bisa kembali digunakan,” jelas Afifullah.

Saat ini, pemerintah daerah masih memfokuskan penanganan pada tahap tanggap darurat, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Namun, BPBD menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap pemulihan sektor perikanan sebagai penggerak ekonomi masyarakat Aceh Timur.

“Sektor perikanan merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat Aceh Timur. Oleh karena itu, kami berharap adanya dukungan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, khususnya untuk pemulihan sektor perikanan,” tegasnya.

Sebagai informasi, banjir di Aceh Timur berdampak pada 443 gampong di 24 kecamatan, dengan total warga terdampak mencapai 290.582 jiwa dari 81.603 keluarga. Kondisi ini memperlihatkan besarnya tantangan pemulihan, terutama bagi pembudidaya ikan dan udang yang menggantungkan hidup pada keberlanjutan tambak mereka.

Related News