• 20 January 2026

Guru Besar IPB Ungkap Strategi Efisiensi Pakan

uploads/news/2026/01/guru-besar-ipb-ungkap-951327f19c8f708.jpg

Jagad Tani - Untuk mengurangi dampak fluktuasi harga bahan baku pakan, Prof Muhammad Ridla, selaku Guru Besar Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, menjelaskan setidaknya ada lima strategi yang bisa diterapkan oleh peternak. 

Hal ini dilakukan karena salah satu biaya terbesar dalam usaha peternakan terletak pada pakan. Strategi pertama yakni diversifikasi (penganekaragaman) sumber bahan pakan. Sehingga peternak bisa memanfaatkan bahan baku lokal dan limbah agroindustri agar ketergantungan pada bahan impor seperti soybean meal (SBM) dapat dikurangi.

Baca juga: Perawatan Sederhana Hasilkan Panen Maggot Melimpah

Adapun untuk strategi kedua, yaitu pemanfaatan bioteknologi pakan seperti fermentasi, enzim, probiotik, dan kultur mikroba.

“Teknologi ini mampu meningkatkan kecernaan, menaikkan nilai nutrisi bahan pakan murah, serta mengurangi pemborosan pakan,” terangnya dalam keterangan tertulisnya di IPB, dikutip Senin (05/01).

Sementara itu untuk strategi ketiga ialah mendorong peternak menerapkan formulasi pakan fleksibel (least-cost formulation). Ia menyarankan penggunaan perangkat lunak formulasi sederhana agar peternak dapat mengganti bahan pakan dengan alternatif bernutrisi setara ketika harga naik. Sehingga keseimbangan energi, protein, dan asam amino tetap terjaga.

Strategi keempat, memproduksi pakan mandiri skala kelompok melalui pendirian “feed center” atau unit penggilingan bersama di tingkat desa atau koperasi, agar dapat menurunkan biaya pakan sebesar 10–25% melalui pembelian bahan baku dalam jumlah besar serta pembagian risiko fluktuasi harga.

Strategi terakhir ialah manajemen pakan. Upaya ini meliputi pengurangan feed waste, pencampuran pakan yang homogen, dan penyesuaian pemberian pakan sesuai fase pertumbuhan ternak.

“Strategi ini mampu menjaga efisiensi konsumsi pakan meskipun harga bahan baku meningkat,” tukasnya.

 

Related News