• 20 January 2026

Manajemen Kolam Jadi Kunci Budidaya Nila Bioflok

uploads/news/2026/01/manajemen-kolam-jadi-kunci-58951a756117236.jpg

Jagad Tani - Dzawil Muhajir, owner Garden Office Farm sekaligus peternak ikan nila, menjelaskan bahwa pengelolaan sumber daya manusia dalam proses kepadatan tebar pada sistem bioflok menjadi faktor penting dalam keberhasilan budidaya ikan.

Saat ini, Garden Office Farm dikelola oleh tiga orang karyawan yang bekerja secara bergiliran. Satu karyawan bertugas dengan sistem shift, termasuk jaga malam, sementara dua karyawan lainnya siaga pada siang hari. Selain itu, satu karyawan berperan fleksibel membantu kegiatan di kolam pembibitan maupun kolam pembesaran, terutama saat panen.

Baca juga: Perawatan Sederhana Hasilkan Panen Maggot Melimpah

Dzawil menilai penggunaan kolam berdiameter sekitar 10 meter lebih ideal karena perawatannya tidak memerlukan banyak tenaga kerja. Selain itu, kapasitas kolam yang tidak terlalu padat membuat ikan lebih leluasa bergerak dan menurunkan risiko kematian.

Menurutnya, kepadatan tebar yang berlebihan justru dapat meningkatkan angka kematian ikan. Ia mengingatkan peternak agar tidak memaksakan tebar padat jika belum memiliki kemampuan teknis dan fasilitas yang memadai.

“Jika peternak lain mampu menebar 200 hingga 300 ekor per kubikasi, tetapi kita belum mampu, sebaiknya jangan dipaksakan. Ini bukan benda mati, melainkan makhluk hidup yang tetap memiliki risiko kematian,” ujarnya kepada Jagad Tani.

Ia menambahkan, budidaya ikan harus didukung oleh fasilitas yang sesuai. Tanpa dukungan sarana yang memadai, penerapan tebar padat berpotensi menimbulkan kerugian bagi peternak, tak ayal hal ini membuatnya mampu panen nila mulai dari 6000 hingga 7000 ton per bulan.

Dengan manajemen kolam yang realistis dan disesuaikan dengan kapasitas, Dzawil berharap peternak dapat menjalankan usaha budidaya secara lebih aman dan berkelanjutan.

Related News