• 21 January 2026

Produksi Jagung Pipilan Kering Nasional Alami Peningkatan

uploads/news/2026/01/produksi-jagung-pipilan-kering-90173bcc7f1707c.jpeg

Jagad Tani - Berdasarkan pembaruan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi Jagung Pipilan Kering (JPK) dengan kadar air 14% sepanjang 2025 tercatat mencapai 16,11 juta ton.

Adapun kebutuhan konsumsi JPK 14% selama tahun 2025 berada di kisaran 15,64 juta ton, dengan jumlah produksi yang melampaui kebutuhan, terdapat surplus sekitar 0,47 juta ton.

Baca juga: Naik 203%, Segini Stok Beras Awal Tahun

Berdasarkan proyeksi Neraca Pangan Nasional yang disusun Badan Pangan Nasional (Bapanas) stok carry over dari 2025 ke 2026 mencapai 4,5 juta ton. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi hampir tiga bulan kebutuhan nasional, dengan kebutuhan bulanan sekitar 1,4 juta ton dan menjadi penanda bahwa Indonesia pada 2025 telah berada dalam kondisi swasembada jagung.

“Dengan kondisi stok dan produksi seperti ini, pemerintah sepakat tidak perlu melakukan impor jagung pada 2026, baik untuk pakan, benih, maupun konsumsi rumah tangga,” ungkap I Gusti Ketut Astawa Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas.

Menurutnya produksi jagung nasional sepanjang 2026 diperkirakan mencapai 18 juta ton, dan akan menjadi penopang utama pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Dengan proyeksi tersebut, stok jagung di akhir 2026 diperkirakan tetap berada di kisaran 4,5 juta ton.

Angka ini menunjukkan kesinambungan antara produksi, kebutuhan, dan stok nasional. Sehingga cukup aman untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, serta membuka peluang ekspor. Pada tahun 2026, ekspor jagung diperkirakan dapat mencapai sekitar 52,9 ribu ton, seiring dengan meningkatnya kualitas dan kuantitas jagung nasional.

“Ini menunjukkan kerja keras petani kita membuahkan hasil. Produksi jagung nasional semakin solid, dan pemerintah akan terus memastikan hasil panen terserap dengan baik,” sambungnya.

Melalui Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 216 Tahun 2025 sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2025 Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung pipilan kering di tingkat petani ditetapkan Rp 5.500/kg untuk kadar air 18–20%, sementara HPP Rp 6.400/kg berlaku di gudang Bulog untuk kadar air maksimal 14% dan aflatoksin maksimal 50 part per billion (ppb). 

 

Related News