Tuna Termahal Jepang Laku Terjual Rp54,5 Miliar
Jagad Tani - Lelang tuna perdana tahun 2026 di Pasar Ikan Toyosu, Tokyo, Jepang, berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Seekor tuna sirip biru (bluefin tuna) raksasa seberat 243 kilogram terjual dengan harga fantastis 510,3 juta yen atau sekitar Rp54,5 miliar.
Tuna tersebut dibeli oleh Kiyoshi Kimura, Presiden Kiyomura Corp sekaligus pemilik jaringan restoran Sushi Zanmai, yang dikenal dengan julukan Raja Tuna. Ikan itu ditangkap di perairan utara Jepang dan menjadi simbol keberuntungan di awal tahun.
Baca juga: Manajemen Kolam Jadi Kunci Budidaya Nila Bioflok
“Hari pertama lelang tuna membawa keberuntungan. Kami berharap sebanyak mungkin orang dapat menikmatinya dan merasa bersemangat,” ujar Kimura, dikutip dari Kyodo News Rabu sore (07/01).
Usai lelang, tuna langsung dipotong di kantor pusat Sushi Zanmai di Tsukiji dan didistribusikan ke restoran-restoran Sushi Zanmai di seluruh Jepang. Meski dibeli dengan harga sangat mahal, sushi dari tuna tersebut dijual dengan harga normal, sekitar 500 yen atau Rp55 ribu per potong.
Harga 510,3 juta yen ini menjadi yang tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 1999. Rekor sebelumnya tercatat pada 2019, yakni 333,6 juta yen untuk tuna seberat 278 kilogram.
Pemerintah Metropolitan Tokyo mencatat bahwa harga lelang tuna sempat anjlok akibat pandemi Covid-19, dengan harga tertinggi hanya 36 juta yen pada 2023, sebelum kembali pulih pada 2024 yakni 114,2 juta yen dengan bobot 238 kilogram dan pada tahun 2025 seharga 207 juta yen, seberat 276 kilogram.
Lelang tuna perdana di 2026 ini berlangsung meriah dan menarik perhatian banyak wisatawan asing. Sebab untuk tuna sirip biru berbobot 200 kilograman, harga normalnya dikisaran 10 ribu yen per kilogram, ini berarti harga wajarnya yakni sekitar 3 juta yen, atau paling mahal 4,5 juta yen (Rp481 juta).
Akan tetapi, tradisi membeli tuna dengan harga tinggi biasanya digunakan sebagai strategi promosi sekaligus menjadi simbol keberuntungan untuk memulai tahun baru. Selain itu, selama satu dekade terakhir, dua raksasa industri sushi di Jepang, yakni Sushi Zanmai dan Onodera Group saling memborong gengsi sehingga harga melonjak tajam saat pelelangan.

