Perawatan Ulat Hongkong Saat Cuaca Ekstrem
Jagad Tani - Perawatan ulat hongkong di tengah cuaca panas ekstrem memerlukan penyesuaian pola pemeliharaan agar tingkat kematian tetap terkendali. Meski begitu, perawatannya dinilai tidak terlalu rumit dan masih bisa dilakukan secara sederhana oleh peternak.
Edi Sumardi, pemilik Ulat Gacor Farm yang berlokasi di Sawangan, Bojongsari, Kota Depok, mengatakan bahwa risiko kematian ulat tetap ada, terutama saat suhu udara meningkat tajam.
Baca juga: Beda Bebek Super Jumbo dengan Peking KW
“Kalau cuaca panas ekstrem, risiko kematian bisa mencapai sekitar 30%. Biasanya ulat bisa gosong karena panas atau pola penyemprotan yang kurang tepat,” ujar Edi kepada tim Jagad Tani.
Menurutnya, ulat yang terlihat gosong atau mati harus segera dipisahkan dan dibuang. Hal ini penting untuk menjaga kebersihan kandang dan mencegah dampak buruk terhadap ulat lain yang masih hidup.
“Kalau tidak dibersihkan, nanti bisa berpengaruh ke ulat-ulat yang sehat. Makanya harus rutin disortir supaya tetap steril,” jelasnya.
Edi menekankan bahwa penyemprotan air menjadi kunci utama dalam menjaga suhu dan kelembapan tubuh ulat, terutama saat suhu udara berada di atas kondisi normal. Dalam kondisi cuaca ekstrem, penyemprotan idealnya dilakukan dua kali sehari.
“Pagi sekitar jam 09.00 atau 10.00, lalu sore sekitar jam 16.00 setelah ashar. Penyemprotan ini buat menjaga suhu tubuh ulat tetap stabil dan membantu menahan panas,” katanya.
Dengan pola penyemprotan yang teratur, kelembapan kandang tetap terjaga sehingga ulat lebih tahan terhadap suhu tinggi dan stres lingkungan. Edi menambahkan, meski risiko kematian tidak bisa dihindari sepenuhnya, perawatan yang konsisten dan kebersihan kandang yang terjaga mampu menekan kerugian dan menjaga produktivitas ternak ulat hongkong tetap optimal.

