Harga Beras Korea Selatan Naik Hingga 17%
Jagad Tani - Pemerintah Korea Selatan mulai menerapkan langkah-langkah stabilisasi harga seiring dengan meningkatnya harga produk pertanian utama. Pihak Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Peternakan menyatakan bahwa harga beras tetap tinggi, yakni 17,8% lebih mahal dibandingkan tahun 2025.
Oleh karena itu, kementerian akan meninjau kembali kebijakan stabilisasi pasokan dan permintaan dengan mempertimbangkan proyeksi konsumsi pada tanggal 22 mendatang.
Baca juga: Nilai Tukar Petani NTB Terus Melonjak
Selain itu, pemerintah juga akan mengevaluasi kembali penerapan sebagian dari rencana isolasi pasar 100 ribu ton beras panen 2025.
Harga bawang putih kupas naik 16,8%, sehingga pemerintah akan menyalurkan 2.000 ton bawang putih cadangan, sementara harga buah stroberi diperkirakan stabil mulai pertengahan bulan ini seiring meningkatnya volume pengiriman.
Akibat penyebaran flu burung berpatogen tinggi, harga telur dan daging ayam naik, tapi pemerintah menilai risiko lonjakan lanjutan relatif terbatas. Untuk mengantisipasi ketidakstabilan pasokan, pemerintah akan melakukan impor percobaan telur segar dari Amerika Serikat serta mempercepat masuknya produk olahan telur.
Bahkan pihak pemerintah Negeri Gingseng ini juga berencana dalam bulan januari ini akan mengumumkan langkah stabilisasi pasokan barang kebutuhan jelang Tahun Baru Imlek.
Sumber: KBS World

