• 20 January 2026

10 Provinsi Penghasil Daging Sapi Terbesar Indonesia

uploads/news/2026/01/10-provinsi-produsen-daging-34645516dae9504.jpeg

Jagad Tani - Kebutuhan daging sapi nasional pada 2025 tercatat masih belum sepenuhnya terpenuhi oleh produksi dalam negeri. Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), kebutuhan daging sapi Indonesia mencapai 763.161 ton. Namun, produksi domestik baru mampu menyediakan sekitar 413.846 ton.

Dengan demikian, Indonesia masih mengalami defisit pasokan daging sapi sebesar 349.315 ton atau sekitar 46% dari total kebutuhan nasional. Kekurangan tersebut selama ini dipenuhi melalui impor dari sejumlah negara pemasok, seperti Australia, Amerika Serikat, Brasil, India, dan Malaysia.

Baca juga: Nilai Tukar Petani NTB Terus Melonjak

Untuk memetakan distribusi serta produksi komoditas pangan, Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan Survei Pola Distribusi Barang (POLDIS) 2025. Survei ini mencakup 394 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, terdiri atas 38 ibu kota provinsi dan 356 kabupaten/kota komoditas terpilih. Unit penelitian melibatkan 5.981 perusahaan dan usaha, baik sektor perdagangan maupun nonperdagangan, mulai dari distributor, pedagang grosir, pengecer, hingga usaha pertanian dan industri pengolahan.

Berdasarkan hasil survei tersebut, berikut 10 provinsi penghasil daging sapi terbesar di Indonesia pada 2025:

1.   Jawa Timur – 98,4 ribu ton
2.   Jawa Tengah – 84,99 ribu ton
3.   Jawa Barat – 38,7 ribu ton
4.   Sumatra Utara – 17,75 ribu ton
5.   Sulawesi Selatan – 17,61 ribu ton
6.   Lampung – 15,69 ribu ton
7.   Sumatra Barat – 14,88 ribu ton
8.   Riau – 12,6 ribu ton
9.   Aceh – 12,49 ribu ton
10. Nusa Tenggara Barat – 11,99 ribu ton

Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan produksi daging sapi terbesar di Indonesia, jauh meninggalkan provinsi lainnya. Posisi kedua dan ketiga ditempati Jawa Tengah dan Jawa Barat, menegaskan dominasi Pulau Jawa sebagai sentra utama produksi daging sapi nasional.

Daging sapi merupakan salah satu komoditas pangan strategis yang berperan penting dalam pemenuhan gizi masyarakat. Komoditas ini mengandung protein tinggi dengan susunan asam amino yang lengkap dan seimbang. Selain itu, daging sapi juga kaya vitamin B kompleks seperti niasin, riboflavin, dan tiamin, serta mineral penting seperti kalsium, fosfor, dan zat besi.

Protein dalam daging sapi berfungsi membantu pertumbuhan, memelihara jaringan tubuh, mengatur proses metabolisme, serta menjadi sumber energi. Seiring meningkatnya kondisi ekonomi dan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi, konsumsi daging sapi di Indonesia diperkirakan terus menunjukkan tren peningkatan.

Related News