Tradisi Menangkap Ikan di Es Danau Chagan
Jagad Tani - Festival Pariwisata Budaya Memancing dan Berburu di Atas Es dan Salju Danau Chagan ke-24 resmi dibuka pada Kamis (08/01) di Kota Songyuan, Provinsi Jilin, Tiongkok timur laut. Pembukaan festival ini dihadiri ribuan pengunjung yang ingin menyaksikan langsung tradisi memancing di atas es yang telah berlangsung ratusan tahun.
Sejak sehari sebelum pembukaan, aktivitas memancing tradisional sudah berlangsung di Danau Chagan yang membeku. Para nelayan melakukan berbagai teknik penangkapan ikan warisan leluhur, seperti memahat es secara manual, menarik jaring di bawah lapisan es danau, serta menggunakan kerekan kayu yang ditarik oleh kuda. Cara-cara tersebut masih dipertahankan hingga kini sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan budaya lokal.
Baca juga: Lima Komoditas Pertanian Pulau Siberut Mentawai
Memancing di atas es Danau Chagan telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda nasional Tiongkok. Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol budaya es dan salju di wilayah timur laut Tiongkok, tetapi juga menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar setiap musim dingin.
Dalam festival ini, pengunjung dapat menyaksikan secara langsung proses penarikan jaring dari bawah es, mulai dari kuda-kuda yang menarik kerekan hingga nelayan yang mengangkat hasil tangkapan. Ikan-ikan segar hasil buruan kemudian dimuat ke truk dan dijual di lokasi, di mana masyarakat dan wisatawan dapat memilih langsung ikan yang baru diangkat dari danau.
Selain menjadi daya tarik wisata musim dingin, festival ini juga memberikan dampak ekonomi bagi petani dan nelayan setempat. Tradisi memancing di atas es dinilai mampu mendorong pariwisata berbasis budaya sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan.
Pemerintah setempat berharap Festival Pariwisata Budaya Memancing dan Berburu di Atas Es dan Salju Danau Chagan terus menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi pedesaan, sejalan dengan semangat pertanian dan perikanan berkelanjutan yang selama ini dijaga masyarakat Songyuan.
Sumber: Xinhua

