• 21 January 2026

Lebak Lindungi 28.100 Hektare Lahan Pertanian

uploads/news/2026/01/lebak-lindungi-28-100-hektare-7814357e5396534.jpg

Jagad Tani - Lahan seluas 28.100 hektare ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) oleh Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, guna mendukung program swasembada pangan.

"Pemerintah daerah melindungi kawasan LP2B untuk memenuhi ketersediaan pangan masyarakat juga mendukung program swasembada pangan nasional," ungkap Itan Oktarianto selaku Kepala Bidang Penyediaan dan Pengembangan Prasarana Pertanian (P4) Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Minggu (11/01). 

Baca juga: 10 Provinsi Penghasil Daging Sapi Terbesar Indonesia

Menurutnya, kawasan LP2B tersebut tidak boleh beralihfungsi, karena sudah masuk ke dalam payung hukum Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan penetapan Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Sehingga pemerintah daerah tidak memberikan perizinan bagi investor industri, perumahan, pergudangan dan perkantoran yang menggunakan kawasan LP2B.

"Kita menjaga dan melindungi kawasan LP2B untuk memenuhi ketersediaan pangan masyarakat," jelasnya.

Kawasan LP2B, dilanjutkan oleh Itan, merupakan lahan sawah yang ditetapkan untuk digunakan sebagai lahan pertanian pangan secara berkelanjutan dan tidak boleh dialihfungsikan.

Kabupaten Lebak selama ini turut memberikan kontribusi pangan untuk Provinsi Banten dengan produksi beras yang mencapai 600 ribu ton per tahun. Produksi beras tersebut dinyatakan surplus jika dibandingkan konsumsi masyarakat Kabupaten Lebak dengan penduduk 1,4 juta jiwa.

Sedangkan kebutuhan beras untuk warga Lebak rata-rata 148 ribu ton per tahun, sehingga ada surplus sebesar 420 ribu ton yang dipasok ke berbagai daerah, seperti Tangerang, Jakarta, Bogor hingga Lampung. 

Guna mencegah agar tidak terjadi alihfungsi lahan di kawasan LP2B,  pihaknya berkolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepolisian, TNI dan Kejaksaan.

"Kita melalui kolaborasi itu, dapat mencegah terjadinya alihfungsi lahan guna mendorong peningkatan produksi pangan," tukasnya.

Related News