• 21 January 2026

Penyaluran SPHP Beras Berlanjut Hingga Januari 2026

uploads/news/2026/01/penyaluran-sphp-beras-berlanjut-91246b62a3327d6.png

Jagad Tani - Sebagai langkah antisipatif menghadapi dinamika harga pasca pergantian tahun, sekaligus menjamin akses masyarakat terhadap beras berkualitas dengan harga sesuai ketentuan, maka penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras tahun 2025 diperpanjang hingga 31 Januari 2026.

Melalui skema Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA) perpanjangan tersebut dimungkinkan. Skema RPATA telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84 Tahun 2025.

 Baca juga: Tim Geologi Memeriksa Fenomena Sinkhole di Sawah

RPATA merupakan rekening milik bendahara umum negara untuk menampung dana atas penyelesaian pekerjaan yang tidak terselesaikan sampai dengan akhir tahun anggaran. Adapun penyelesaiannya diberikan kesempatan melewati batas akhir tahun anggaran.

Melalui hal tersebut, Badan Pangan Naional (Bapanas) memastikan bahwa program SPHP beras akan tetap menjadi instrumen penting dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga beras secara nasional. Sementara untuk program SPHP tahun 2026 diharapkan dapat dimulai pada 1 Februari 2026 mendatang.

"Bapanas telah menginformasikan kepada Bulog dan stakeholder lainnya, mulai dari pemerintah pusat sampai daerah dan juga Satgas Pangan Polri, bahwa SPHP beras tahun 2025 masih dapat dilanjutkan sampai 31 Januari 2026. Jadi sisa target SPHP beras 2025 sekitar 697,1 ribu ton dapat terus diakselerasi seoptimal mungkin," ungkap Sarwo Edhy selaku Sekretaris Utama Bapanas.

Hingga akhir tahun 2025, realisasi penyaluran SPHP beras secara nasional telah mencapai 802,9 ribu ton yang tersebar ke seluruh wilayah Indonesia. Kebijakan perpanjangan ini diperkuat pula dengan ketersediaan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Perum Bulog yang hingga akhir 2025 mencapai 3,25 juta ton. 

Penyaluran SPHP beras 2025 tetap dilakukan melalui berbagai kanal distribusi, termasuk Koperasi Desa Merah Putih, pasar rakyat, ritel modern, serta kegiatan Gerakan Pangan Murah, guna menahan laju kenaikan harga di tingkat konsumen.

Sementara terkait rencana pelaksanaan SPHP beras tahun 2026, Bapanas masih berproses untuk pengajuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) kepada Kementerian Keuangan. Untuk target salur SPHP beras 2026 telah disetujui secara mufakat berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan tanggal 29 Desember 2025 sebesar 1,5 juta ton. 

Skema RPATA juga diterapkan pada perpanjangan pelaksanaan bantuan pangan tahap kedua tahun 2025, berupa beras dan minyak goreng kepada Penerima Bantuan Pangan (PBP). Per 9 Januari 2026, Bulog telah menyalurkan kepada 17,582 juta PBP (setara dengan 351,6 ribu ton beras) dan 70,3 juta liter minyak goreng secara nasional.

Torehan stok beras nasional di awal tahun 2026 berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional yakni 12,53 juta ton, termasuk stok beras di Bulog dan selebihnya tersebar di tingkat rumah tangga produsen dan konsumen, penggilingan, pedagang, dan horeka (hotel, restoran, katering).

Related News