Kopi Wamena, Jawara Arabika dari Lembah Baliem
Jagad Tani - Bagi masyarakat Indonesia, kopi selalu memiliki tempat yang istimewa untuk menemani berbagai kegiatan. Bahkan di Bumi Nusantara sendiri ada banyak kopi khas yang tersebar di berbagai daerah, salah satu diantaranya yaitu Kopi Wamena.
Kopi ini tumbuh di Lembah Baliem, di sekitar Kota Wamena, di sisi timur Pegunungan Jayawijaya. Kebunnya mengikuti lekuk lembah yang berada di ketinggian 1.200 hingga 1.600 meter di atas permukaan laut (mdpl), sehingga sebagian besar Kopi Wamena menghasilkan kopi arabika yang berasal dari varietas Typica—salah satu varietas kopi tertua di dunia.
Baca juga: Ikan Lempuk Jadi Primadona Danau Ranu Pasuruan
Pada pertengahan abad ke-20, kopi masuk ke dataran tinggi Papua, namun hingga kini Kopi Wamena masih bertahan dan ditanam di atas tanah vulkanik, dengan suhu udara dingin pada malam hari yang bisa mencapai 15°C. Bahkan menjadi salah satu produk kopi unggulan Indonesia asal Kabupaten Jayawijaya, serta memenuhi standar Specialty Coffee Association (SCA).
Jika berbicara soal rasa, Kopi Wamena memiliki ciri khas yang berbeda dengan varietas kopi lainnya di Indonesia. Karakteristiknya memiliki aroma floral yang lembut, dengan sedikit rasa manis alami yang muncul. Ada sentuhan kacang, sedikit karamel, dan keasaman yang seimbang. Sehingga membuat banyak roastery memilih Kopi Wamena sebagai bahan untuk racikan manual brew.
Melalui keunggulan tersebut, Kopi Wamena seringkali disebut sebagai kopi arabika premium, dengan rasa yang balance dan smooth.

