Banjir Rusak 1.200 Hektare Tambak di Pati
Jagad Tani - Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir melanda di sejumlah daerah. Dampaknya juga mengakibatkan para petambak alami kegagalan panen di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, bahkan ribuan hektare tambak ikan nila salin terendam banjir.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, yakni Hadi Santosa, menyebutkan jika hingga saat ini total ada sekitar 1200 hektare lahan tambak nila yang terendam dan alami kerusakan, ikan serta bibitnya pun ikut hanyut.
Baca juga: Ikan Lempuk Jadi Primadona Danau Ranu Grati
"Tambak ikan nila salin yang terdampak banjir ada 18 desa dari 6 kecamatan. Tersebar di Kecamatan Dukuhseti, Tayu, Margoyoso, Trangkil, Pati, dan Klayen," ungkap Hadi dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa (13/01).
Banjir tersebut mengakibatkan tanggul tambak jebol, dan menyebabkan nila terlepas. Dari total enam kecamatan yang terdampak, menurut Hadi kerugian para petambak ikan nila salin mencapai Rp17 miliar dan pihaknya tengah melakukan pendataan terhadap petambak yang terdampak.
"Untuk kerugian tambak yang paling parah terdampak banjir ada di Kecamatan Margoyoso. Dengan kerugian mencapai Rp 17 miliar. Kita (juga) sudah upaya untuk berkomunikasi dengan petani untuk memasang jaring agar ikan tidak lepas ketika ada banjir susulan," tukasnya.

