Gibran Serap Aspirasi Mama-Mama Pasar Potikelek Wamena
Jagad Tani - Dalam lawatannya ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyerap aspirasi mama-mama pedagang yang meminta permodalan usaha, saat berkunjung ke Pasar Tradisional Potikelek.
Para penjual maupun pembeli, menyambut meriah kedatangan Gibran dengan penyambutan adat berupa pemakaian topi noken, kerajinan lokal khas Papua, oleh Merry Walela selaku koordinator Mama-Mama Pasar Tradisional Potikelek.
Baca juga: Hipere hingga Keladi, Panganan Lokal Andalan Wamena
Serpina Pekade, pedagang kerajinan khas Papua, menuturkan bahwa berjualan di Pasar Potikelek menjadi sumber utama penghidupan sekaligus penopang pendidikan anak-anaknya. Ia menjual noken dan berbagai kerajinan yang seluruhnya dibuat dengan tangan sendiri.
“Saya jual noken dari kulit kayu, baju, topi, tas, semua buatan sendiri. Dari hasil jualan ini saya bisa sekolahkan anak-anak sampai kuliah. Satu noken bisa dikerjakan satu sampai tiga bulan, bahkan ada yang lima bulan. Semua Mama buat sendiri,” ungkapnya.
Salah seorang pedagang sayur, yakni Mama Nyora juga menyampaikan bahwa aktivitas jual beli di pasar tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.
“Kalau jualan ramai, kami bisa beli beras, minyak goreng, bawang, dan kebutuhan lain untuk dibawa pulang,” ucap Mama Nyora.
Pasar Potikelek terdiri dari empat los, yakni los kerajinan dan madu, los buah-buahan, los sayur, serta los daun. Namun, berdasarkan kondisi di lapangan, mayoritas pedagang menjajakan komoditas sayur-mayur dan buah-buahan, disertai sebagian pedagang kerajinan. Pasar ini juga dilengkapi sekitar 60 kios, dengan jumlah pedagang diperkirakan mencapai lebih dari 100 orang.
Selain membeli kerajinan tangan, Gibran juga memborong sayur dan buah-buahan lokal, seperti kol ukuran besar seharga Rp25 ribu, alpukat, nanas dan markisa masing-masing seharga Rp100 ribu per tumpuk.
Kunjungan Wapres RI Ke-14 di Pasar Potikelek Wamena ini merupakan bentuk dukungan terhadap peran mama-mama pedagang yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi keluarga.

