• 20 January 2026

Hilirisasi Garam Modangan Berpotensi Tingkatkan Kesejahteraan

uploads/news/2026/01/hilirisasi-garam-modangan-berpotensi-24322f1157e948d.png

Jagad Tani -  Dalam upaya meningkatkan nilai dari potensi garam di Pantai Modangan, Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengusulkan pelaksanaan hilirisasi ke pemerintah pusat.

"Sekarang kami masih melakukan lobi ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk anggarannya supaya garam ini bisa jadi final product, karena kalau garam sudah diolah (harga) akan lebih mahal, jadi petani bisa lebih sejahtera," ucap Victor Sembiring selaku Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang melalui keterangannya di Antara, dikutip Rabu (14/01).

Baca juga: Hipere hingga Keladi, Panganan Lokal Andalan Wamena

Menurut Victor, dengan adanya hilirisasi, nantinya dimungkinkan akan ada pabrik berskala kecil untuk menampung dan mengolah hasil panen petambak garam menjadi garam konsumsi maupun produk yang ditujukan sebagai bahan baku industri pengolahan makanan minuman.

"Iya (sementara di Modangan) karena produksinya besar. Untuk permintaan bagus, karena kualitasnya garam dari Modangan bagus juga," terangnya.

Produk garam tunnel dari Pantai Modangan masih dalam bentuk garam krosok, dan mampu menghasilkan tiga hingga empat ton untuk sekali panen, dengan harga jual berkisar di angka Rp2.000 hingga Rp2.500 per kilogram.

Masa panen garam dengan metode tunnel ini berlangsung setiap 20 hari sekali dari hasil memanfaatkan 40 tunnel yang sudah ada. 

Konsumen garam krosok dari Pantai Modangan sejauh ini masih mencakup skala lokal dari beberapa daerah di sekitar Kabupaten Malang, seperti Kabupaten Blitar dan Kabupaten Tulungagung.

Daerah lain di Kabupaten Malang yang menjadi penghasil garam dengan memanfaatkan sistem tunnel, salah satunya terletak di Desa Sidoasri. Namun, di desa tersebut hasil produksinya masih berkisar di angka empat kuintal sampai lima kuintal per sekali panen.

"Sidoasri lebih sedikit karena angin sama panasnya masih lebih bagus di Modangan sehingga prosesnya lebih cepat," tukasnya.

Related News