Lapas Cirebon Jadi Pusat Panen Raya Serentak
Jagad Tani - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, memimpin kegiatan panen raya serentak di seluruh Indonesia meliputi bidang pertanian dan perikanan yang terpusat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cirebon, Kamis (15/01).
Agus melaksanakan panen untuk sejumlah komoditas unggulan, di antaranya mencakup padi varietas inpari, singkong, dan ikan nila. Hasil pertanian dan perikanan tersebut dikelola langsung oleh Warga Binaan melalui program pembinaan berkelanjutan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas I Cirebon.
Baca juga: Gibran Serap Aspirasi Mama-Mama Pasar Potikelek Wamena
"Masyarakat lokal dan pengusaha lokal harus kita rangkul untuk menyiapkan kebutuhan pangan bagi Lapas dan Rutan. Ini adalah kontribusi nyata Pemasyarakatan dalam mendukung kedaulatan pangan nasional," ungkap Agus.
Selain panen raya, Agus juga meninjau berbagai kegiatan produktif lainnya, seperti proses produksi tali dan jaring (coir net) serta olahan sabut kelapa (coco shade) untuk kebutuhan ekspor. Tinjauan kegiatan juga dilanjutkan ke konveksi kaos hasil karya Warga Binaan.
Menurut laporan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, pada sektor pertanian dan perkebunan, hasil panen nasional mencapai hingga 99,9 ton. Pada sektor pertenakan, jajaran Pemasyatakan mampu menghasilkan hingga 4 ton. Adapun, pada sektor perikanan mampu menghasilkan hingga 19,6 ton.
"Jumlah keseluruhan panen serentak secara nasional mencapai sekitar 123,5 ton dari berbagai sektor. Seluruhnya capaian panen tersebut merupakan hasil pembinaan Kemandirian Warga Binaan pada seluruh unit pelaksana teknis pemasyarakatan," ujar Dirjenpas Mashudi.
Kegiatan panen raya serentak ini, dinilai berupaya memperkuat kontribusi 15 Program Aksi Kemenimipas dalam pembinaan, tidak hanya bagi Warga Binaan, melainkan juga masyarakat luas. Terutama pada program kemandirian pangan untuk sektor pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan.
Adapun sebagian besar hasil panen tersebut, rencananya akan didonasikan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Aceh dan Sumatra. Antara lain untuk pembangunan sumur bor dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

