• 20 January 2026

Kementan Targetkan Masa Pemulihan Lahan Pascabencana Sumatra

uploads/news/2026/01/kementan-targetkan-masa-pemulihan-14573f314e01254.jpg

Jagad Tani - Dalam rangka percepatan pemulihan sektor pertanian pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pemerintah menargetkan lahan dengan kategori rusak ringan hingga sedang dapat diselesaikan maksimal dalam waktu tiga bulan. 

“Khusus Aceh, bersamaan dengan Sumatera Utara dan Sumatera Barat, yang ringan dan sedang maksimal tiga bulan sudah selesai,” ungkap Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman.

Baca juga: Kuansing Upayakan Bekas Tambang Jadi Lahan Pertanian

Adapun skema yang dilakukan yakni melalui strategi padat karya dengan melibatkan langsung pemilik lahan, menurut Amran lewat skema ini, para petani tidak hanya memulihkan lahan pertaniannya, tetapi juga memperoleh pendapatan selama proses pemulihan berlangsung. 

“Sawah yang rusak itu diperbaiki sendiri oleh pemiliknya, tetapi biayanya ditanggung oleh pemerintah pusat. Jadi saudara kita punya pendapatan, sementara benih dibantu gratis, pengolahan tanah, perbaikan irigasi semuanya dibantu pusat,” tutur Amran.

Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, total lahan pertanian yang terdampak bencana di tiga provinsi mencapai 98 ribu hektare, dengan Aceh sekitar 32 ribu hektare, Dari total tersebut, ada sekitar 10.000 hektare lahan sawah yang direhabilitasi dengan kebutuhan tenaga kerja mencapai 200.000 hari orang kerja (HOK) yang dibayar secara harian.

Selain mengandalkan tenaga petani, penerapan teknologi juga ada dalam rehabilitasi. Traktor disiapkan untuk pengolahan tanah, perbaikan jaringan irigasi dilakukan secara intensif, sementara lahan yang tertimbun lumpur dalam akan ditangani dengan teknologi drone. 

“Ini teknologi baru yang kita gunakan. Semua yang punya lahan kita libatkan. Kami tidak ingin kontraktor besar masuk, tetapi padat karya, sehingga mereka berpendapatan,” tukasnya.

Related News