Gejolak Venezuela Tak Pengaruhi Impor Pertanian Indonesia
Jagad Tani - Kondisi politik dan geopolitik global yang terjadi di Venezuela saat ini, tidak berdampak signifikan terhadap sektor perdagangan di komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan Indonesia. Sebab pasokan nasional masih tetap terjaga melalui diversifikasi (keberagaman) sumber impor serta hubungan dagang dengan berbagai negara mitra.
"Dinamika geopolitik global yang berkembang, termasuk situasi internal dan tekanan internasional terhadap Venezuela, tidak berpengaruh langsung terhadap perdagangan komoditas pertanian Indonesia. Hal ini disebabkan oleh rendahnya ketergantungan Indonesia terhadap Venezuela sebagai negara asal komoditas pangan strategis," ungkap Sahat M. Panggabean selaku Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin).
Baca juga: Kementan Targetkan Masa Pemulihan Lahan Pascabencana Sumatra
Berdasarkan data ekspor dan impor Barantin, Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology), produk impor dari Venezuela yang masuk ke Indonesia selama tahun 2025, tercatat ada komoditas kacang hijau yang masuk sebanyak 96 kali dengan total volume 9.081 ton atau sekitar 0,63% dari total volume nasional, sedangkan impor biji kakao hanya 10 kali dengan total volume 680 ton atau sekitar 0,01% dari total volume nasional.
"Angka tersebut menunjukkan bahwa kontribusi Venezuela terhadap pasokan nasional sangat terbatas. Sedangkan produk Indonesia yang diekspor ke Venezuela seperti minyak sawit, kayu olahan, tuna dan benih kelapa sawit, jumlahnya relatif kecil," tuturnya.
Menurutnya, Indonesia telah menerapkan strategi diversifikasi sumber negara asal komoditas. Kebutuhan kacang hijau nasional dapat dipenuhi dari negara, seperti Australia dan Kanada. Sementara kebutuhan biji kakao untuk industri pengolahan umumnya dipasok dari negara produsen utama, seperti Pantai Gading, Ghana, dan Ekuador.
"Dengan kondisi tersebut, Barantin memastikan bahwa stabilitas perdagangan komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan nasional tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global," tukasnya.

