Jagad Tani - Kabupaten Aceh Barat dalam beberapa hari terakhir dilanda oleh peristiwa Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat dikerahkan untuk memadamkan api di sejumlah titik.
“Karhutla ini tidak hanya terjadi pada siang hari, tetapi juga pada malam hari sehingga petugas terpaksa melakukan pemadaman secara manual,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Barat, T. Ronal Nehdisnayah, Minggu (18/01).
Baca juga: Gejolak Venezuela Tak Pengaruhi Impor Pertanian Indonesia
Menurutnya, titik-titik kebakaran tersebut berada di Desa Suak Raya, Leuhan, Seuneubok, dan Lapang. Bahkan, pihaknya juga sudah berupaya melakukan pemadaman api di lahan gambut yang rawan terbakar.
Masyarakat juga dihimbau agar tidak melakukan pembakaran lahan saat membersihkan kebun, karena dapat memicu kebakaran yang meluas, terutama di lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan.
"Untuk luas yang terbakar bervariasi. Di Suak Raya ini ada sekitar 3 hektar lebih dan yang terbakar ilalang muda," tukasnya.
Akibat dari kejadian tersebut, total area lahan gambut yang terbakar dari 5 hektar, meluas menjadi 8,5 hektar yang tersebar di Desa Suak Raya dan Desa Lapang akibat angin kencang dan sulitnya sumber air serta akses jalan menuju lokasi kebakaran.
Bahkan asap-asap akibat kebakaran turut memengaruhi jarak pandang bagi pengguna jalan, khususnya pada pagi hari di ruas jalan Meulaboh–Banda Aceh.

