• 20 January 2026

Taman Nasional, Lokasi Temuan Pesawat ATR 42-500

uploads/news/2026/01/taman-nasional-lokasi-temuan-75484a0b96240ca.png

Jagad Tani - Pesawat ATR 42-500 dinyatakan hilang kontak saat akan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada Sabtu (17/1) siang. Pesawat buatan tahun 2000 bernomor seri 611 itu terbang dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Makassar, yang mengangkut 11 penumpang, terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang ditemukan di wilayah Taman Nasional.

Mengutip Balai Taman Nasional (TN) Bantimurung Bulusaraung, yang menerima laporan dugaan pesawat hilang kontak di perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/01) pukul 13.17 WITA. Pesawat yang dilaporkan merupakan ATR 400 milik Indonesia Air Transport, yang terakhir terdeteksi pada koordinat 04°57’08’’ LS dan 119°42’54’’ BT.

Baca juga: Gejolak Venezuela Tak Pengaruhi Impor Pertanian Indonesia

Pesawat tersebut mengangkut tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang sedang bertugas melakukan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara, yakni Ferry Irawan dengan jabatan analis kapal pengawas, Deden Mulyana, yang jabatannya selaku pengelola barang milik negara dan Yoga Naufal, jabatannya operator foto udara.

Tim SAR Gabungan langsung melakukan operasi pencarian di wilayah Kabupaten Maros dan Pangkep. Pencarian dibagi ke beberapa tim, dengan fokus penyisiran ke arah Bulu Lampeso di Bengo, Cenrana, Maros; ke arah Gunung Bulusaraung di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep. Area pencarian juga diperluas hingga Bulu Lampeso dan Gunung Abbo di Kel. Leang-leang, Maros.

Pada Sabtu dini hari, Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, sebelum melanjutkan operasi pencarian di kawasan Bulusaraung. Pencarian di tiga grid wilayah TN Bantimurung Bulusaraung, khususnya di area Gunung Abbo, dinyatakan nihil sehingga dilakukan perluasan pencarian ke sepuluh grid tambahan. 

Perkembangan terbaru menunjukkan ditemukannya serpihan yang diduga bagian dari pesawat di puncak Gunung Bulusaraung. Namun, bagian utama pesawat belum berhasil ditemukan. Upaya pencarian melalui udara belum dapat dilakukan secara optimal akibat kabut tebal yang menutupi area puncak gunung.

Upaya pencarian dipusatkan pada 2 posko induk yaitu Posko Hutan Diklat di Bengo, Kabupaten Maros dan Posko Induk di Tompobulu, Kabupaten Pangkep. Posko Induk Hutan Diklat Bengo menurunkan empat tim dengan penyisiran dari Kampung Baru dan Galung-Galung. Sementara itu, Posko Induk Desa Tompobulu menurunkan tiga tim yang melakukan penyisiran di sekitar puncak Bulusaraung.

Pada pukul 08.00 Tim 1 menemukan yang diduga jendela pesawat di Puncak 2 Bulusaraung. Berdasarkan pantauan udara teridentifikasi obyek besar diduga bagian utama pesawat di titik koordinat 119º44’38.0” E dan -4º55’21.04”S.

Proses evakuasi di lokasi kejadian masih terus berlangsung dengan tantangan cuaca ekstrem. Jarak pandang di area evakuasi dilaporkan hanya sekitar 10 meter, sehingga menyulitkan pergerakan tim penyelamat. Evakuasi akan dilanjutkan pada Senin, (19/01), dengan satu korban yang belum berhasil dievakuasi. 

Related News