Rempah dan Kopi Indonesia Sasar Pasar Aljazair
Jagad Tani - Komoditas hasil pertanian seperti kopi, cengkeh, kunyit, serai, dan kayu manis merupakan produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi, sehingga punya potensi untuk di ekspor ke berbagai negara termasuk pula ke negara-negara di Jazirah Arab.
Bahkan Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mendorong kerja sama perdagangan antara Indonesia dengan Aljazair melalui ekspor kopi serta berbagai komoditas rempah unggulan Indonesia.
Baca juga: Hutan Penelitian Dramaga Warisan Riset Kehutanan Indonesia
“Indonesia dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di dunia. Sementara itu, negara-negara Arab, termasuk Aljazair, memiliki budaya konsumsi kopi yang kuat. Ini merupakan peluang besar yang perlu dimanfaatkan secara optimal,” ungkap Syahrul Aidi Maazat, selaku Ketua BKSAP DPR RI.
Dilanjutkan bahwa, pentingnya memperkenalkan rempah-rempah Indonesia ke pasar Aljazair dengan identitas asal yang jelas. Sebab selama ini sejumlah rempah Indonesia dikenal di pasar internasional melalui negara perantara, sehingga kontribusinya belum sepenuhnya terlihat.
“Padahal rempah-rempah seperti cengkeh, kunyit, serai, dan kayu manis berasal dari Indonesia dan ditanam oleh masyarakat. Ini perlu diperkenalkan secara langsung agar nilai tambahnya kembali ke rakyat,” terangnya
Aljazair, lanjut Syahrul, menawarkan komoditas unggulan berupa kurma sebagai bagian dari potensi kerja sama perdagangan bilateral. Syahrul menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Aljazair memiliki fondasi sejarah yang kuat sejak Konferensi Asia Afrika 1955, di mana Indonesia berperan aktif mendukung perjuangan kemerdekaan Aljazair.
BKSAP DPR RI berharap dorongan ekspor kopi dan rempah ini dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan hubungan ekonomi yang lebih luas antara Indonesia dan Aljazair, sekaligus memperkuat peran diplomasi parlemen dalam mendukung kepentingan nasional dan kesejahteraan masyarakat.

