Sejumlah Pedagang Daging Sapi Jabodetabek Mogok Berjualan
Jagad Tani - Aktivitas perdagangan daging sapi di sejumlah pasar yang ada di wilayah Jabodetabek tampaknya kurang berdenyut, pasalnya harga sapi hidup di feedloter masih tinggi, ditambah lagi harga karkas dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang ikut naik.
Akibat dari hal tersebut, berimbas pada lonjakan harga daging sapi yang memberatkan pedagang dan pembeli. Menurut Herman, salah seorang pedagang daging sapi yang ada di Pasar Pesanggrahan, Jakarta Selatan, menjelaskan akibat dari kenaikan harga saat ini, membuat daya beli masyarakat kian lesu.
Baca juga: Anggaran Naik Rp13 Triliun, Ekonomi Biru Digenjot
"Kalau harga normalnya daging sapi itu di Rp 120.000 per kilogram, tapi sekarang sudah mencapai Rp 140.000 per kilogram, akibatnya jadi makin sepi yang beli," ungkap Herman.
Ia melanjutkan bahwa pada akhirnya para pedagang melakukan aksi mogok berjualan sebagai bentuk protes. Aksi ini akan berlangsung selama tiga hari, yakni mulai hari kamis (22/01) hingga sabtu (24/01).
Sebelumnya, pihak Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) memang telah menyerukan aksi mogok bagi anggota APDI, bandar sapi potong, dan pedagang daging, sebagai bentuk protes atas mahalnya harga sapi timbang hidup yang dinilai memberatkan para pedagang dan konsumen.
Berdasarkan pantauan di lapangan oleh tim Jagad Tani, pada Kamis pagi (22/01) di Pasar Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, lapakan daging sapi juga tampak kosong, yang terlihat hanya aktivitas penjualan daging ayam dan ikan.
"Mulai hari ini sampai sabtu, para pedagang daging sapi melakukan aksi mogok," ucap Sri salah seorang pedagang di Pasar Jombang.

