• 27 January 2026

Sinong Inovasi Open-Source AI Khusus Pertanian Tiongkok

uploads/news/2026/01/sinong-inovasi-open-source-ai-781032f4bacc18f.jpg

Jagad Tani - Universitas Pertanian Nanjing (NAU) Tiongkok baru-baru ini memperkenalkan Sinong, model bahasa besar vertikal Large Learning Model (LLM) sumber terbuka pertama di negeri Tiongkok berbasis Artificial Intelligence (AI) yang didedikasikan untuk sektor pertanian.

Peluncuran Sinong, menjadi sebuah penanda terobosan signifikan dalam penelitian model AI fundamental dan pengaplikasiannya berguna untuk pertanian di Tiongkok, seperti yang dilaporkan oleh Science and Technology Daily, pada Selasa (13/01) lalu.

Baca juga: Solusi Kemasan Pangan: Kertas Dilapisi Lemak Nabati

Model ini dilatih menggunakan kumpulan data pertanian yang luas dan terstruktur, mencakup data khusus dari berbagai bidang seperti ilmu hewan, ekonomi dan manajemen pertanian, sumber daya dan lingkungan pertanian, hortikultura, pertanian cerdas, kedokteran hewan, perlindungan tanaman, dan pemuliaan tanaman.

Adapun penamaan Sinong, dinamai berdasarkan nama pejabat Tiongkok kuno yang mengawasi pertanian dan keuangan. Dalam perkembangannya, Sinong mengintegrasikan konten dari hampir 9.000 buku, lebih dari 240.000 makalah akademis, sekitar 20.000 dokumen kebijakan dan standar, serta pengetahuan berbasis web yang luas.

Untuk mengatasi tantangan umum dalam LLM, khususnya seperti halusinasi dan keusangan pengetahuan, yang seringkali berujung pada menghasilkan informasi yang salah, tim tersebut akhirnya menerapkan solusi teknis yang komprehensif.

Selain penyempurnaan instruksi konvensional, proses pelatihan menggabungkan data multidimensi, termasuk rantai pemikiran dan referensi kontekstual, yang secara signifikan meningkatkan pemahaman dan kemampuan generatif model untuk pengetahuan pertanian profesional, menurut laporan tersebut.

Sinong kini sepenuhnya bersifat open-source di platform seperti ModelScope dan GitHub. Strategi open-source ini bertujuan untuk mengurangi hambatan penerapan AI di bidang pertanian, dengan memberdayakan lembaga penelitian, perusahaan, dan pengembang. Sehingga mendorong ekosistem kolaboratif untuk solusi pertanian cerdas. 

 

Sumber: Xinhua

Related News