• 27 January 2026

Harga Disepakati, Pedagang Daging Sapi Kembali Beroperasi

uploads/news/2026/01/harga-disepakati-pedagang-daging-74746a2c94681c0.jpg

Jagad Tani - Setelah terjadinya kenaikan harga daging sapi beberapa waktu lalu, yang menyebabkan ramainya aksi mogok jualan oleh para pedagang daging sapi di sejumlah pasar Jabodetabek, akhirnya saat ini ketegangan tersebut mereda dan pedagang kembali operasi. 

Hal ini dituturkan oleh Asnawi, selaku Ketua Umum Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (Jappdi), yang memastikan bahwa  para pedagang akan kembali melakukan aktivitas pemotongan dan penjualan daging seperti biasanya.

Baca Juga: Sejumlah Pedagang Daging Sapi Jabodetabek Mogok Berjualan

"Seluruh RPH/TPH, pelaku usaha bandar jagal, para pelaku pedagang daging eceran di pasar-pasar Se-Jabodetabek wajib beraktivitas kembali dan tidak ada lagi aksi mogok libur berdagang," ungkap Asnawi, dikutip Sabtu (24/01).

Ungkapan tersebut diserukan setelah adanya kesepakatan harga yang melibatkan stakeholder terkait, di Kantor Kementerian Pertanian RI pada pertemuan, Kamis (22/01) lalu.

Hasilnya, harga sapi siap potong timbang hidup di feedlot ditetapkan seharga Rp 55.000/kg hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. 

Melalui kepastian harga tersebut, tentu para pedagang diharapkan dapat kembali beroperasi.

Selain itu, penetapan harga ini diharapkan bisa menahan potensi lonjakan harga di tingkat konsumen saat periode permintaan tinggi seperti bulan memasuki Ramadhan dan Idul Fitri.

Menurutnya, dengan adanya seruan tersebut, seluruh anggota yang melakukan aksi mogok agar tidak berlarut-larut, karena nantinya akan berisiko pada kerugian dan keberlanjutan usaha si pedagang, serta mengganggu jalur distribusi daging sapi ke masyarakat.

"Kami sebagai pengurus dan ketua umum DPP JAPPDI diamanahkan dan dimandatkan dengan ini diminta teman-teman anggota Japodi sebagai pelaku usaha bandar jagal dan pedagang daging eceran di pasar-pasar Se-Jabodetabek diminta untuk kembali beraktivitas mulai malam hari ini dan seterusnya dan tidak ada lagi aksi mogok tidak berjualan," pungkasnya.

Related News