Penguatan Komoditas Kakao Dimulai dari Benih Unggul
Jagad Tani - Upaya penguatan hilirisasi komoditas perkebunan, khususnya kakao, harusnya tidak berhenti pada produksi bahan baku saja, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar melalui penguatan rantai nilai dari hulu ke hilir.
Di wilayah Kabupaten Polewali Mandar, melalui program produksi dan penyediaan benih kakao unggul, Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong para produsen benih melakukan kegiatan produksi benih kakao pada lahan seluas 5.250 hektare, dengan target produksi mencapai 5.250.000 benih kakao unggul.
Baca juga: Hujan Berkepanjangan, Ikan Waduk Jatiluhur Mati Massal
Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Duampanua, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dengan melibatkan pekebun, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Benih-benih tersebut, selanjutnya akan disalurkan kepada petani penerima manfaat guna meningkatkan produktivitas, kualitas hasil, serta daya saing kakao nasional.
Selain penyediaan benih, keterlibatan generasi muda dalam pengembangan perkebunan modern berbasis inovasi dan teknologi dinilai penting, sebab regenerasi pekebun merupakan bentuk keberlanjutan, sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha kakao yang adaptif terhadap perkembangan pasar dan teknologi.

