Indonesia Sebagai Kekuatan Baru Pangan Dunia
Jagad Tani - Pada saat pidato di World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026, di hadapan para pemimpin dunia, Presiden Prabowo Subianto umumkan posisi Indonesia sebagai kekuatan baru pangan dunia, lewat capaian swasembada beras tertinggi sepanjang sejarah nasional.
“Kami juga telah mencapai swasembada beras. Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, produksi beras kami adalah yang tertinggi dalam sejarah Indonesia. Target swasembada yang saya tetapkan empat tahun, berhasil dicapai hanya dalam satu tahun,” ujar Prabowo dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (26/01).
Baca juga: Anggaran Naik Rp13 Triliun, Ekonomi Biru Digenjot
Melalui data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) per November 2025, produksi beras nasional periode Januari - Desember 2025 diproyeksikan mencapai 34,71 juta ton, meningkat 13,36% jika dibandingkan tahun 2024.
Kinerja produksi tersebut berdampak langsung pada penguatan stok beras nasional. Sepanjang tahun 2025, stok beras Bulog mencapai 3,25 juta ton dan bahkan sempat menyentuh 4,2 juta ton pada Juni 2025.
Begitu pula dengan produksi jagung nasional periode Januari–Desember 2025 yang mencapai 16,11 juta ton, meningkat 0,97 juta ton atau 6,44% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan surplus sebesar 0,46 juta ton.
Dari sisi makro, Produk Domestik Bruto (PDB) juga mencatatkan sektor pertanian pada Triwulan I-2025 tumbuh 10,52%. Sementara kontribusi sektor pertanian terhadap PDB nasional pada Triwulan III-2025 mencapai 14,35%, menjadi yang tertinggi kedua setelah industri pengolahan.
Bahkan Nilai Tukar Petani (NTP) Desember 2025 mencapai 125,35, sementara rata-rata NTP tahun 2025 berada di angka 123,26, tertinggi dalam 33 tahun terakhir, menandakan daya beli dan posisi tawar petani yang semakin menguat.
“Kami telah menghapus ratusan regulasi yang tidak masuk akal, regulasi yang menghambat keadilan, yang menciptakan budaya korupsi. Ratusan regulasi telah kami hapus hanya dalam satu tahun,” lanjut Prabowo.
Penyederhanaan tata kelola pupuk bersubsidi melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2025, dengan penyederhanaaan 145 regulasi guna memangkas rantai birokrasi yang selama ini menghambat petani, juga dilakukan.
“Indonesia memiliki visi yang jelas untuk menyediakan kualitas hidup yang baik bagi warganya, hidup bebas dari kemiskinan dan kelaparan. Saya yakin bahwa dalam empat tahun ke depan kita akan swasembada untuk produk pangan lainnya, seperti jagung, gula, dan protein,” tukasnya.

