Tanaman Pertanian Ampuh Mencegah Longsor Perbukitan
Jagad Tani - Sahabat Tani, wilayah perbukitan di Indonesia kerap kali menghadapi risiko tanah longsor akibat kemiringan lereng yang curam, dengan kontur tanah vulkanik, dan memiliki curah hujan yang tinggi. Namun, pemilihan tanaman yang tepat dapat menahan tanah dari risiko longsor, sekaligus memberikan dampak baik berupa hasil pertanian yang melimpah.
Dalam artikel ilmiah populer yang ditulis oleh Dio Alif Hutama, S.T., M.Sc. dengan judul "Peran Vegetasi sebagai Solusi Alami dan Berkelanjutan untuk Mitigasi Longsor" di Unair.co.id menekankan bahwa akar tanaman memiliki kemampuan untuk memberikan tambahan kohesi pada tanah dan bertindak sebagai pengikat partikel tanah, sehingga memperkuat lereng dan mengurangi risiko longsor.
Baca juga: Hilirisasi Industri Karet Belum Sejahterakan Petani
Berikut merupakan lima tanaman produktif yang bisa dimanfaatkan untuk menahan longsor di wilayah perbukitan:
1. Alpukat (Persea americana)
Berdasarkan hasil studi yang berjudul "Erosi tanah, limpasan, dan kehilangan nutrisi di kebun alpukat (Persea americana Mill) di lereng bukit dengan sistem pengelolaan penutup tanah yang berbeda" menunjukkan bahwa budidaya alpukat pada lereng bukit dengan vegetasi penutup tanah dapat mengurangi erosi dan aliran permukaan dibandingkan lahan tanpa vegetasi penutup, sekaligus memperbaiki sifat tanah seperti agregat tanah yang stabil.
2. Kopi (Coffea spp.)
Melalui jurnal yang ditulis oleh Niken Puspita Sari dan Fitria Yuliasmara, dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, sengan judul "Konservasi Tanah dan Air Berbasis Kopi di Kabupaten Temanggung" Tanaman kopi yang berada di pinggir teras mampu menahan laju air permukaan sekaligus dapat berfungsi sebagai tanaman pemecah angin bagi tanaman sayuran yang berada di bawahnya. Selain itu, sistem tumpangsari kopi dengan tanaman lain membantu konservasi tanah sekaligus mempertahankan produktivitas lahan pertanian.
3. Jagung (Zea mays)
Dalam jurnal yang berjudul "Tumpang sari jagung/tanaman penutup tanah mengurangi erosi tanah dan meningkatkan hasil panen budidaya bedengan di wilayah Mollisol Tiongkok" Hasil eksperimen menunjukkan bahwa intercropping jagung dengan tanaman penutup tanah (cover crops) mampu secara signifikan mengurangi erosi tanah hingga lebih dari 80?%, sambil tetap mempertahankan atau meningkatkan hasil panen jagung.
4. Calliandra (Calliandra calothyrsus)
Melansir dari mahindranursery.com, Calliandra calothyrsus merupakan tanaman serbaguna dengan berbagai manfaat bagi manusia dan lingkungan. Kemampuannya untuk mengikat nitrogen di tanah, meningkatkan kesuburan tanah, dan menyediakan naungan serta habitat bagi satwa liar menjadikannya alat penting untuk pertanian berkelanjutan dan konservasi.
5. Cover Crops (Tanaman Penutup Tanah Legum)
Cover crops merupakan tanaman yang sengaja ditanam untuk mengelola erosi tanah dan kualitas tanah, banyak digunakan dalam sistem pertanian konservasi untuk melindungi tanah dari dampak hujan dan limpas air. Contoh tanaman penutup tanah yang sering digunakan meliputi jenis dari keluarga Fabaceae seperti Mucuna bracteata yang cepat menutupi tanah dan membantu mengurangi erosi serta memperbaiki nitrogen tanah.
Nah, segitu saja Sahabat Tani untuk lima tanaman pertanian produktif agar lahan perbukitan dapat lebih stabil dan produktif, sehingga bisa mengurangi risiko longsor.

