Usaha Madu Lokal Halal, Bermula Dari Hobi
Jagad Tani - Bermula dari hobi sang pemilik yang gemar mengonsumsi madu, hingga akhirnya menjelma jadi usaha yang menghadirkan produk madu murni lokal (raw honey) bersertifikat halal dan mempunyai jaringan mitra peternak sendiri, yang mendukung peternak lebah lokal.
“Jadi intinya, madu kita hanya menjual madu lokal, bersertifikat halal, dan kita punya rekanan mitra peternak sendiri,” ujar Hendra selaku Admin Rebepal Madu, saat dihubungi via telepon, Senin (26/01).
Baca juga: Hilirisasi Industri Karet Belum Sejahterakan Petani
Menurut Hendra, peternakan madu Rebepal berlokasi di lereng Gunung Muria, Jepara, Jawa Tengah, di tengah hutan alami. Lingkungan ini memungkinkan lebah memakan nektar alami dari hutan, sehingga kualitas madu tetap terjaga.
Sejak didirikan pada tahun 2019, Rebepal lahir dari hobi pendirinya yang gemar mengonsumsi madu. Dari pengalaman membeli madu di pasaran, pendiri merasa kualitas madu yang ada kurang memuaskan, hingga akhirnya membuat sang pemilik mulai membangun jaringan peternak madu sendiri di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
“Dari situ, kami belajar tentang proses panen, jenis varian, dan cara budidaya madu lokal yang benar,” jelas Hendra.
Bahkan distribusi Rebepal kini telah menjangkau berbagai wilayah, termasuk Sulawesi. Harga madu dijual per kilogram dengan kisaran Rp90.000–Rp110.000 untuk kemasan retail, yang paling kecil 500 gram dan premium 650 gram.
Ke depan, Rebepal berencana menggeser fokus dari retail ke B2B, menargetkan industri horeka, herbal, dan kuliner, karena permintaan di sektor tersebut lebih tinggi dibanding retail.
“Sejak beberapa waktu lalu, fokus kami memang ke bisnis industri horeka, herbal, kuliner. Karena memang klien-klien kita rata-rata dari sana, dan demand-nya memang ke arah sana,” tukasnya.

