• 6 February 2026

Antisipasi Kenaikan Harga Daging Sapi, RPH Disidak

uploads/news/2026/02/antisipasi-kenaikan-harga-daging-995149ffa5f27d3.jpeg

Jagad Tani -  Guna mencegah lonjakan harga daging sapi menjelang bulan Ramadhan. Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan turun langsung ke Rumah Potong Hewan (RPH).

Hal itu dilakukan setelah adanya informasi rencana kenaikan harga daging sapi karkas di RPH Intisari 4, Tangerang Selatan. “Kami mengunjungi RPH Intisari 4 setelah menerima informasi terkait adanya rencana RPH ini menaikkan harga sebesar Rp1.000 per kilogram dengan alasan rekondisi sapi dan faktor lainnya.” ungkap Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa.

Baca juga: Pantauan Sejumlah Stok Komoditas Pangan Jelang Ramadhan

Menurutnya, setelah ditelusuri, ternyata harga di tingkat feedloter tidak terjadi kenaikan. Hal ini dikarenakan sebelumnya pemerintah bersama para pelaku usaha penggemukan sapi atau kerbau bakalan (feedloter) sudah sepakat bahwa tidak ada kenaikan harga berat hidup sapi atau kerbau bakalan jelang Ramadhan dan Idulfitri.

"Kita minta RPH Intisari 4 segera melakukan penyesuaian dan tidak boleh menaikkan harga. Nah begitu di sini sudah menyesuaikan harga, (lalu) menurunkan harga kembali (seperti semula), maka pedagang lain pun tidak boleh menaikkan," ungkap Ketut.

Melalui Proyeksi Neraca Pangan Nasional per 6 Januari 2026, total ketersediaan komoditas daging sapi dan kerbau di bulan Januari sampai Maret 2026 mencapai 185,4 ribu ton yang berasal dari stok awal tahun 41,6 ribu ton ditambah produksi dan hasil pemotongan sapi dan kerbau bakalan di angka 125,2 ribu ton serta impor daging beku 18,5 ribu ton.

Adapun angka konsumsi nasional berada di 179 ribu ton, sehingga masih memenuhi stok kebutuhan.

Menurut Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Suganda, tidak ada alasan terjadinya kenaikan harga daging sapi dan kerbau, mengingat ketersediaan pasokan sejak tahun sebelumnya.

"Tidak ada (alasan harga naik) karena kita sudah menghitung ketersediaan sapi kita. Sapi bakalan kita, baik yang impor maupun lokal, tercukupi. Kita hitung kebutuhannya juga cukup. Jadi tidak ada alasan untuk menaikan harga sapi bakalan maupun daging sapinya di Ramadhan ini. Dan ingat bahwa pemerintah sudah mengelontorkan untuk tahun 2026 (impor) sapi bakalan sebanyak 700 ribu ekor," tukasnya.

Kuota impor sapi dan kerbau bakalan untuk kebutuhan konsumsi tahun 2026 yang ditetapkan sebanyak 700 ribu ekor, diperuntukkan bagi pelaku usaha swasta. Hal ini diestimasikan setara dengan 189,7 ribu ton daging sapi dan kerbau, pelaku usaha swasta juga diberikan alokasi impor daging lembu sebesar 30 ribu ton.

Imron selaku pengelola RPH Intisari 4, menyatakan komitmennya untuk menarik rencana kenaikan harga yang diumumkan sebelumnya dan mengembalikan ke harga semula. 

“Saya dari pihak intisari 4 menarik semua kenaikan harga daging dan disesuaikan kembali ke harga semula. Dan tukang daging juga jangan sampai menaikkan harga dagingnya di pasar, biar seimbang semua,” tegasnya.  

Related News