Sambaran Petir Tewaskan Buruh Tani di Banyumas
Jagad Tani - Pada saat berteduh di gubuk Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, enam orang yang bekerja sebagai buruh tani tersambar petir. Satu orang dinyatakan meninggal dunia, dan lima korban lainnya tengah menjalani perawatan.
Hal tersebut terjadi pada Minggu (01/02) pukul 14.30 WIB di kebun cabai milik Sugiyanto, tepatnya di RT 006 RW 006 Desa Gandatapa. Ketika itu, terjadi hujan deras disertai petir, dan membuat buruh kebun cabai tersebut berteduh.
Baca juga: Jenis Pohon Tempat Syuting Lisa Blackpink di Tangerang
"Pada saat hujan deras disertai petir, enam orang buruh tani berteduh di gubuk kebun cabai. Tiba-tiba petir menyambar lokasi tersebut dan mengenai seluruh korban yang sedang berteduh," kata Kapolsek Sumbang AKP Basuki dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (02/02).
Akibat dari sambaran petir tersebut, seorang korban yang bernama Tutur Tinarso, warga Desa Gandatapa, meninggal dunia dan ditemukan dalam kondisi terkapar dengan luka bakar di bagian dada.
Sementara itu, lima korban lainnya juga sempat terkapar di dalam gubuk kebun setelah petir menyambar. Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang kemudian meminta pertolongan. Warga bersama Babinsa setempat langsung mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi menggunakan tandu.
"Empat korban sempat dibawa ke Puskesmas II Sumbang untuk mendapatkan penanganan awal. Karena keterbatasan peralatan, seluruh korban kemudian dirujuk ke RSUD Margono Soekarjo Purwokerto, termasuk dua korban yang langsung dibawa menggunakan ambulans karena mengalami luka bakar," ungkapnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi para korban mengalami sejumlah luka. Mulai dari luka bakar ringan, keluhan sakit kepala, mual, hingga menggigil. Selain korban jiwa, juga terdapat kerugian materi berupa satu unit telepon genggam milik korban Tutur Tinarso yang dilaporkan rusak dan gosong akibat sambaran petir.
"Keluarga korban sudah membuat surat pernyataan menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan autopsi. Peristiwa terjadi saat hujan deras dan petir menyambar secara tiba-tiba," pungkasnya.

