Ibu Rumah Tangga Diberdayakan Program MBG
Jagad Tani - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut berkonstribusi dalam menyerap tenaga kerja. Bahkan mayoritas pekerja SPPG berasal dari kalangan ibu rumah tangga berusia di atas 40 tahun yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, agar selain bisa meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, sehingga ibu rumah tangga pun memiliki pendapatan yang lebih stabil.
Baca juga: Aturan Baru Soal Ekspor Karet Alam Ditetapkan
"Pendapatan mereka bisa mencapai Rp2 juta sampai Rp2,4 juta per bulan. Harapan saya ke depan tidak ada lagi ibu-ibu yang ingin menjadi pembantu rumah tangga karena mereka bangga bekerja di SPPG,” ujar Dadan.
Selain itu, menurut Dadan, dalam satu unit SPPG anggaran yang dikelola sekitar Rp1 miliar per bulan (setara Rp11–12 miliar per tahun), dan sekitar 70% digunakan untuk pembelian bahan baku. Adapun 95% produk, didapat dari hasil pertanian lokal.
Ambil contoh, jika satu SPPG membutuhkan beras sekitar 5 ton per bulan, maka hal itu setara dengan 10 ton gabah hasil dari 2 hektar lahan padi perbulan, atau 24 hektare per tahun.
“Ini harus dimanfaatkan untuk pergerakan ekonomi daerah. Jika rantai pasok dipenuhi oleh produksi pertanian setempat, dampaknya akan luar biasa bagi perekonomian,” terang Dadan.

